kesehatan

Denteksi, Inovasi Dosen UGM Tingkatkan Efisiensi Skrining Kesehatan Gigi

Selasa, 28 April 2026 | 18:11 WIB
denteksi mampu secara cepat memeriksa dan menganalisa kesehatan gigi dok. humas UGM

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Tim dosen dari Universitas Gadjah Mada mengembangkan inovasi di bidang kesehatan digital melalui platform skrining gigi berbasis kecerdasan buatan bernama Denteksi. Platform ini memungkinkan pengguna melakukan pemeriksaan awal kondisi gigi hanya dengan menggunakan kamera ponsel, cukup mengambil foto dari tiga sudut—depan, atas, dan bawah—yang kemudian dianalisis secara otomatis oleh sistem.

Pengembangan Denteksi berawal dari situasi pandemi COVID-19 yang membatasi interaksi langsung antara pasien dan tenaga medis. Muhammad Fakhrurrifqi bersama timnya melihat kebutuhan akan solusi yang mampu menjembatani keterbatasan tersebut, sehingga lahirlah platform berbasis AI yang dapat membantu proses skrining secara cepat dan praktis.

Seiring waktu, Denteksi terus disempurnakan agar semakin efisien. Jumlah foto yang dibutuhkan berhasil dikurangi dari lima menjadi tiga dengan tetap menjaga kualitas analisis. Sistem juga dilengkapi panduan pengambilan gambar yang terstandar sehingga memudahkan pengguna awam. Selain itu, Denteksi kini memiliki fitur odontogram digital yang secara otomatis menyusun rekam medis, menunjukkan posisi gigi, mendeteksi potensi masalah, serta memberikan rekomendasi awal. Seluruh hasil ini dapat langsung dirangkum dalam laporan tanpa proses manual yang memakan waktu.

Dari sisi kinerja, Denteksi menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi untuk tahap skrining, yakni sekitar 90 persen untuk gigi sehat dan lebih dari 80 persen untuk deteksi karies. Walaupun demikian, hasil dari platform ini tetap ditujukan sebagai skrining awal sehingga pengguna tetap dianjurkan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter gigi untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Efisiensi penggunaan Denteksi terlihat jelas dalam praktik lapangan. Dalam waktu sekitar tiga jam, sistem ini mampu membantu skrining hingga sekitar seratus anak, sesuatu yang jauh lebih sulit dicapai melalui pemeriksaan manual. Hal ini membuat tenaga medis dapat lebih fokus pada kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan. Selain itu, kemudahan akses melalui perangkat ponsel memungkinkan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan tenaga dokter gigi, tetap dapat melakukan pemeriksaan awal. Dari sisi biaya, Denteksi juga membantu mengurangi kebutuhan kunjungan awal hanya untuk pemeriksaan dasar, sekaligus menghadirkan hasil yang lebih konsisten melalui bantuan algoritma.

Sejak diluncurkan pada 2022, Denteksi telah mendapatkan berbagai pengakuan, di antaranya melalui Indonesia Health Innovation Award 2022 dan Jakarta Innovation Awards 2023. Pengembangannya berada di bawah naungan PT Senyum Cerdas Indonesia dan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan kemampuan yang terus berkembang, Denteksi berpotensi menjadi alat bantu penting bagi tenaga medis dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan gigi. Kehadirannya tidak menggantikan peran dokter, tetapi mendukung proses skrining agar lebih cepat, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Tags

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB