Semarang, suarapembaruan.news - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk konsisten melakukan penanganan penyakit tuberkulosis (TBC).
Dia meminta kepada Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam untuk segera memetakan wilayah-wilayah yang terindikasi memiliki jumlah kasus TBC yang tinggi.
“Masalah TBC bukan hanya masalah kesehatan, melainkan berkaitan erat dengan masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, mengingat pasien TBC harus menjalani pengobatan selama minimal 6 bulan secara rutin yang berdampak pada produktivitas pasien dan keluarga,” ujar Mbak Ita, saat menghadiri kegiatan Peluncuran USAID BEBAS-TB dan Penyusunan Rencana Kerja Terpadu Penanggulangan TBC di Kota Semarang, Senin (19/2).
Baca Juga: Beto Tahu Cara Mengalahkan Persiraja Banda Aceh
Pihaknya mengakui, tujuan mengentaskan TBC adalah salah satu program nasional yang harus diwujudkan. Indonesia tercatat menduduki peringkat kedua setelah India, dengan beban kasus TBC sebesar 1.060.000 kasus.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan RS Pusat Pertahanan Negara Panglima Besar Soedirman
Sedangkan untuk Kota Semarang sendiri adalah salah satu daerah dengan beban kasus tinggi, sebesar 6.527 kasus di tahun 2023. Mbak Ita menargetkan di tahun 2028, kasus penderita TBC di Kota Semarang bisa berkurang atau bahkan hilang.
Baca Juga: Kualitas Keterampilan Perempuan Perlu Ditingkatkan untuk Dorong Pariwisata Nasional
Pihaknya mendorong semua pihak termasuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, dan masyarakat bisa ikut terlibat dalam penanganan TBC.
Apalagi TBC dapat menyerang anak stunting yang membuat pengobatannya menjadi terkendala.
Baca Juga: 55 Kotak Suara Pemilu Wilayah Muara Tami Dipindahkan Tempat Penyimpanannya
“Membutuhkan sinergitas intervensi yang melibatkan multi-sektor serta peningkatan pemberdayaan masyarakat. Dan sebagai bentuk komitmen Pemkot Semarang untuk menuju Eliminasi TBC tahun 2028, adalah dengan adanya Peraturan Wali kota Nomor 39 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC,” paparnya.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam memastikan bakal intens melakukan pencegahan dan penanganan TBC. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan di setiap wilayah untuk mengetahui jumlah penderita TBC.