Ia juga menambahkan bahwa promosi berperan besar dalam meningkatkan kepercayaan publik, seperti keberhasilan Tolak Angin yang kini dikenal luas berkat publikasi dan pembuktian ilmiah.Baca Juga: Internet di Merauke, Timika, dan Kaimana Berangsur Pulih, Proses Perbaikan Tahap-1 Berjalan Lebih Cepat dari Target
Irwan berharap kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dalam mengembangkan saintifikasi jamu berbasis penelitian dan pelayanan kesehatan. “Ke depan, saya berharap khasiat tanaman obat dapat dipelajari di fakultas kedokteran. Dari sisi industri, kami siap memastikan bahan baku jamu seperti jahe, temulawak, dan kunyit diproduksi dengan standar terbaik,” katanya.Baca Juga: Masyarakat Papua Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Tertib
Ia pun menegaskan pentingnya menjadikan jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri. “Jika dunia kedokteran ikut meneliti dan mengajarkan khasiat tanaman obat, saya yakin jamu Indonesia bisa sejajar dengan obat farmasi,” pungkasnya.* Baca Juga: Lentera Cerita: Kolaborasi Seniman dan Lembaga Keagamaan Hidupkan Harapan Warga Desa Apung Timbulsloko