kesehatan

Bertahan dengan Senyum, Munsaadah Jalani Perawatan Kanker Serviks dan Cuci Darah Berkat JKN

Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:43 WIB
Munsaadah (56), pasien cuci darah yang menikmati fasilitas berkat program JKN. (BPJS Kesehatan Semarang )


Semarang, SUARA PEMBARUAN – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan BPJS Kesehatan terus membuktikan perannya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata. Tidak hanya menjadi jaminan, JKN juga hadir sebagai pendamping nyata bagi masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.

Salah satu penerima manfaatnya adalah Munsaadah (56), seorang ibu rumah tangga asal Sawah Besar, Gayamsari, Kota Semarang. Terdaftar sebagai peserta JKN melalui segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Munsaadah kini menghadapi ujian besar dalam hidupnya: divonis menderita kanker serviks sekaligus harus menjalani hemodialisa (cuci darah) secara rutin.

“Awalnya sekitar awal 2024 saya mengalami flek-flek meski sudah menopause. Karena semakin sering muncul, saya putuskan memeriksakan diri ke puskesmas,” tuturnya, Rabu (25/8).

Putranya, Ahmad Ulum, yang setia mendampingi sang ibu, menambahkan bahwa beberapa bulan kemudian kondisi semakin memburuk. Ibunya bahkan sempat mengeluarkan darah menggumpal saat buang air kecil. “Itu membuat saya sangat khawatir. Puskesmas akhirnya memberi rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan lanjutan pada November 2024 memastikan bahwa Munsaadah positif kanker serviks. Kabar itu membuat fisik dan mentalnya drop. “Ibu malam itu langsung lemas, tidak bisa apa-apa, nafasnya tersengal-sengal. Karena panik, saya bawa ke IGD,” cerita Ulum.

Tidak berhenti di situ, observasi di rumah sakit juga mengungkap bahwa Munsaadah mengalami gagal ginjal. Gejalanya berupa kesulitan buang air kecil hingga mengeluarkan darah. Sejak saat itu ia harus menjalani cuci darah rutin dua kali seminggu, setiap Rabu dan Sabtu.

Di tengah jadwal hemodialisa, ia juga tetap mengikuti terapi kanker serviks. Hingga kini, Munsaadah sudah menjalani 25 kali radioterapi eksternal dan 3 kali radioterapi internal. Karena riwayat cuci darah, dokter tidak menyarankan kemoterapi.

Meski perjalanan pengobatan begitu berat, Munsaadah dan putranya tidak pernah mengeluhkan pelayanan yang diterima. Mereka justru mengaku sangat terbantu oleh hadirnya Program JKN. “Alhamdulillah semua pelayanan bagus, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Biaya tindakan dan obat semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,” ujar Ulum.

Berkat pengobatan yang konsisten, kondisi kesehatan Munsaadah perlahan menunjukkan perbaikan. Ia mengaku hanya bisa bersyukur karena tanpa JKN, biaya pengobatan sudah pasti menguras seluruh harta keluarga. “Kalau harus pakai biaya pribadi, mungkin sudah ratusan juta rupiah habis, bahkan rumah pun bisa terjual. Kami sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Munsaadah pun berharap Program JKN terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya mereka yang berjuang melawan penyakit berat. “Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, saya hanya bisa pasrah. Terima kasih BPJS Kesehatan sudah membantu saya sampai hari ini,” tutupnya dengan senyum penuh syukur.

Tags

Terkini