Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Saat memilih pasta gigi, konsumen kerap dihadapkan pada dua pilihan utama: pasta gigi dengan kandungan fluoride dan pasta gigi nonfluoride. Keduanya memiliki manfaat sekaligus kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Fluoride sendiri adalah mineral alami yang ditambahkan ke dalam pasta gigi untuk memperkuat lapisan enamel, melindungi gigi dari kerusakan, serta membantu melawan bakteri penyebab plak. Kandungan ini juga dikenal efektif mencegah bau mulut dan menjaga kesegaran napas. Karena itu, pasta gigi berfluoride kerap direkomendasikan bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan gigi dan mulut secara maksimal.
Sebaliknya, pasta gigi nonfluoride umumnya mengandalkan bahan-bahan alami dalam formulanya. Produk ini cocok bagi orang yang memiliki sensitivitas terhadap fluoride. Namun, tanpa perlindungan mineral tersebut, gigi lebih rentan berlubang dan bisa mengalami peningkatan sensitivitas, misalnya mudah ngilu ketika mengonsumsi makanan panas atau dingin.
Di pasaran, berbagai merek menawarkan kedua jenis pasta gigi ini. Untuk kategori fluoride, beberapa pilihan populer di antaranya Sensodyne Fresh Mint (Rp16.000–Rp20.000), Pepsodent Action 123 (Rp23.000–Rp32.000), dan CloseUp Natural Smile (Rp23.000–Rp32.000).
Sementara untuk produk nonfluoride, tersedia Siwak F Free Fluoride (Rp15.000–Rp18.000), Sensatia Botanical (Rp50.000–Rp110.000), hingga Nature’s Gate Natural Toothpaste Whitening Gel (Rp125.000).
Dengan memahami fungsi serta kelebihan dan kekurangannya, pengguna bisa memilih pasta gigi yang paling sesuai dengan kebutuhan kesehatan gigi dan mulut mereka.