Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Masyarakat Indonesia diindikasikan enggan melakukan pengobatan/perawatan gigi berdasar data bahwa 91,9% orang Indonesia melaporkan tidak mengunjungi dokter gigi dalam setahun terakhir. Padahal, persoalan kehilangan gigi tidak monopoli terjadi di usia tua.
Berdasar data, 21 persen (%) orang Indonesia mengalami kehilangan gigi. Jika dianalisis berdasarkan kelompok usia, terlihat bahwa meskipun individu berusia di atas 65 tahun memiliki Tingkat kejadian tertinggi, yaitu 46,5%, populasi yang lebih muda juga terdampak. Secara khusus, 8,5% orang yang berusia 15-24 tahun, 12,3% yang berusia 25-34 tahun, 18% yang berusia 35-44 tahun, dan 26,4% yang berusia 45-54 tahun mengalami kehilangan gigi.
Oleh karena itu, Haleon Indonesia (PT Haleon Indonesia Trading) melalui merek perawatan gigi palsu Polident meluncurkan kampanye #BalikinSenyum di Yogyakarta, Kamis (14/11/2024).
General Manager Haleon Indonesia Dhanica Mae Dumo Tiu dalam sambutannya mengungkapkan, prevalensi penggunaan gigi palsu di Indonesia hanya mencapai 3,1 persen. Ini menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam kesadaran perawatan gigi dan hambatan akses ke layanan. Situasi ini menjadi perhatian Polident yang kemudian meluncurkan kampanye #BalikinSenyum karena, gigi tetap menjadi faktor penentu derajat kesehatan masyarakat.
Masalah gigi, termasuk kehilangan gigi, merupakan masalah yang meluas di Indonesia. Meski persentasenya bervariasi di setiap kelompok usia, satu hal yang jelas adalah tidak ada yang bebas dari risiko kehilangan gigi. Namun prevalensi penggunaan gigi palsu di Indonesia hanya mencapai 3,1%, dan hal ini menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam kesadaran perawatan gigi dan akses pada layanan tersebut.
“Penggunaan gigi palsu yang tepat sangat penting dan tidak hanya sebagai kebutuhan gigi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan jangka panjang dan kesejahteraan pribadi,” katanya.
Kehilangan gigi dalam jangka waktu yang lama, akan memengaruhi kualitas hidup seseorang, membuatnya sulit untuk menikmati hal-hal sederhana, termasuk menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga, dan menikmati makanan.
Dhanica Mae Dumo Tiu mengatakan, dalam kampanye #BalikinSenyum ini Polident menggandeng Fakultas Kedokteran Gigi UGM, Kimia Farma, KitaBisa, Ikatan Prostodonsia Indonesia (IPROSI) Yogyakarta, Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Yogyakarta dan Dinas Kesehatan DIY untuk mewujudkan senyum cerah masyarakat.
Bersamaan dengan ini, Haleon Indonesia juga memperkenalkan POLINA, atau chatbot pertama berbasis AI di Indonesia yang didedikasikan untuk menjawab pertanyaan pengguna terkait kehilangan gigi dan perawatan gigi palsu dengan bahasa alami, yang tersedia melalui WhatsApp.
Penyediaan produk gigi palsu gratis bagi yang membutuhkan; dan penerbitan serangkaian video edukasi untuk meningkatkan literasi tentang perawatan gigi dan penggunaan gigi palsu.
Sedang Plt Direktur Utama dan Direktur Pengembangan Bisnis PT Kimia Farma Apotek Junus Koswara menyatakan, pihaknya siap berperan aktif dengan ikut mensosialisasikan di 1245 jaringan apotek seluruh Indonesia. "Tidak hanya soal pengobatan, tetapi bagaimana menjadi tua namun dengan kualitas hidup yang baik. Kampanye BalikinSenyum menjadi gerakan sosial yang secara bersama menghadirkan solusi nyata untuk masyarakat yang membutuhkan. Apoteker kami ada 6500 dan ini menjadi ruang yang baik untuk mensosialisasikan," ucapnya.
Ditambahkan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Kedokteran Gigi UGM drg Trianna Wahyu Utami, persoalan gigi dan mulut di Indonesia masih sangat besar dan membutuhkan peran dan kolaborasi dari pemerintah, perguruan tinggi, swasta serta media. Karena itu, dirinya menyambut baik peluncuran kampanye #BalikinSenyum yang bisa memberi dampak pada masyatakat. “Jumlah lansia perlahan akan makin banyak, tugas kita memastikan mereka mendapatkan kualitas hidup yang baik. Harapannya kolaborasi tak berhenti di sini dan kami akan terus berusaha menyumbangkan pemikiran," ucapnya. (SPnews/Philip AL)
Artikel Terkait
Perluas Akses Pelayanan Kesehatan, Tiga Rumah Sakit Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan
Atasi Kemiskinan, Ahmad Luthfi Usulkan Subsidi Pangan Murah dan Fasilitas Kesehatan Gratis
Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Tebus Murah Sembako yang Digagas Relawan Pesat