Menu MBG Ramadan Disorot, Dugaan Roti Kedaluwarsa Viral di Media Sosial

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 9 Maret 2026 | 20:01 WIB
Roti brownies panggang yang diduga kedaluwarsa dikeluhkan orang tua siswa di Yogyakarta. (X/merapi_uncover)
Roti brownies panggang yang diduga kedaluwarsa dikeluhkan orang tua siswa di Yogyakarta. (X/merapi_uncover)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah keluhan mengenai menu kering yang dibagikan kepada siswa ramai bermunculan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Perubahan menu dari makanan siap santap menjadi makanan kering dilakukan agar siswa dapat menyimpannya dan mengonsumsi saat waktu berbuka puasa. Namun, sejumlah unggahan di media sosial menyoroti kualitas makanan, kandungan gizi, hingga dugaan makanan yang dianggap tidak layak konsumsi.

Salah satu unggahan yang menjadi perhatian publik muncul dari akun X @dosenkesmas pada Minggu (8/3/2026). Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya dugaan roti kedaluwarsa yang diduga dibagikan dalam paket MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Unggahan yang telah dilihat lebih dari 92 ribu kali itu menampilkan tangkapan layar pengaduan yang sebelumnya diunggah melalui akun X @merapi_uncover. Dalam pesan tersebut, seorang warga mengaku kecewa dengan menu MBG yang diterima anaknya selama bulan puasa.

“Saya ingin mengungkapkan kekecewaan yang berkelanjutan tentang SPPG yang berjalan di sekolah anak kami. Selama puasa, MBG kering yang anak kami terima sangat memprihatinkan,” tulis pengadu dalam tangkapan layar tersebut.

Keluhan itu juga menyoroti roti yang diduga memiliki tanggal kedaluwarsa lama yang ditutup dengan label baru. Dalam foto yang beredar, terlihat label bertuliskan “Exp: 26/02/2026” yang kemudian ditutupi dengan stiker baru bertuliskan “Exp: 10/03”.

“Hari ini kami mendapat roti yang exp tertanggal 26 Februari 2026 yang ditutupi dengan label kertas baru,” tulis pengadu tersebut.

Pengadu juga mengaku telah mencoba menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak SPPG melalui pesan langsung di media sosial, namun menurutnya belum ada perubahan yang terlihat.

Unggahan awal dari akun @merapi_uncover sendiri dipublikasikan pada Jumat (6/3/2026) dan telah dilihat lebih dari 48 ribu kali. Selain roti, dalam unggahan tersebut juga terlihat menu lain yang dibagikan kepada siswa, seperti ubi ungu kukus dengan fla keju, jeruk, susu UHT full cream, serta kacang polong tepung.

Menanggapi viralnya isu tersebut, pihak produsen roti yang disebut dalam unggahan akhirnya memberikan klarifikasi. Produk roti yang dipersoalkan diketahui berasal dari brand Bolona Bakery.

Dalam keterangan resminya, manajemen Bolona Bakery menjelaskan bahwa menu yang dipesan oleh penyelenggara MBG adalah brownies panggang yang diproduksi pada 4 dan 5 Maret 2026 untuk didistribusikan pada 6 Maret 2026.

Pihak bakery juga mengakui adanya penggunaan stiker baru pada kemasan. Menurut mereka, stiker tersebut merupakan sisa label dari pesanan MBG sebelumnya sehingga dilakukan penyesuaian dengan tanggal produksi terbaru.

“Kami selaku manajemen Bolona Bakery menanggapi berita yang beredar mengenai produk kami yang digunakan untuk menu MBG salah satu SPPG di DIY,” tulis pihak manajemen dalam pernyataannya.

Mereka menjelaskan bahwa perubahan label dilakukan untuk menyesuaikan stok label yang tersisa dengan tanggal produksi produk yang baru dibuat.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X