UMKM Sleman Siap Jadi Garda Depan Program Makan Bergizi Gratis, Dorong Gizi Baik dan Ekonomi Lokal

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 24 Juli 2025 | 15:01 WIB


Sleman, SUARA PEMBARUAN – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran penting dalam mendukung keberhasilan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai penyedia makanan harian, UMKM pangan berkontribusi besar terhadap pola konsumsi dan status gizi masyarakat luas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) dari Badan Gizi Nasional menyelenggarakan pelatihan pemberdayaan UMKM pada 17–18 Juli 2025 di Hotel Alana Sleman. Kegiatan ini dihadiri para pelaku usaha kuliner lokal yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk ikut menyukseskan program MBG.

Pelatihan dibuka oleh perwakilan Badan Gizi Nasional, Rima Nurisa Brahmani, bersama Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Sleman, Punik Mumpuni Wijayanti, serta praktisi UMKM muda Gunawan Widarto.

Rima menegaskan bahwa MBG merupakan stimulan penting yang bisa berdampak besar apabila dikonsumsi secara rutin. “Dengan makanan bergizi, kita menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas dan berkualitas. Tujuan besar kita adalah mencetak Generasi Sehat menuju Indonesia Cerdas 2045,” ujarnya.

Badan Gizi Nasional dibentuk sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan gizi secara terpadu dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah memastikan kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah terpenuhi sebagai pondasi Generasi Emas 2045.

Lebih dari sekadar pemenuhan gizi, program MBG juga dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional menggandeng petani, peternak, dan nelayan daerah untuk menyuplai bahan baku makanan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga menciptakan ekosistem pangan yang inklusif dan memberdayakan.

UMKM diharapkan menjadi mitra resmi Badan Gizi Nasional. Pelaku usaha yang tertarik dapat mengakses informasi kemitraan melalui laman resmi mitrabgn.go.id.

Sementara itu, Punik Mumpuni menyoroti pentingnya konsumsi makanan bergizi sebagai faktor fundamental dalam tumbuh kembang dan produktivitas individu. “Kekurangan gizi bisa menurunkan fungsi kognitif, melemahkan imunitas, dan memicu masalah serius seperti stunting dan kekurangan mikronutrien,” jelasnya.

Keberhasilan MBG membutuhkan kolaborasi lintas sektor, melibatkan puskesmas, Dinas Kesehatan, kelurahan, PKK, posyandu, komunitas, sekolah, hingga perguruan tinggi. Langkah-langkah seperti pelatihan, edukasi, promosi gizi, dan pembukaan pasar bagi UMKM pangan sehat menjadi pilar utama program ini.

UMKM pangan di Sleman didorong untuk menjadi agen perubahan dalam gerakan gizi nasional. Selain meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, partisipasi aktif UMKM juga memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Perubahan tren pasar, kemajuan teknologi, dan kebutuhan konsumen yang terus berubah menuntut UMKM untuk terus berinovasi dan adaptif. Banyak pelaku usaha masih belum siap merespons dinamika ini, baik dalam hal digitalisasi maupun pengembangan produk.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM mampu bertransformasi menjadi bagian penting dari solusi gizi nasional, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.*

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X