Penanganan Stunting dan Gizi Buruk di Bengkulu Gaspol Lewat Program MBG

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 5 Maret 2025 | 17:44 WIB
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian menerima audensi Kepala BKBBN Bengkulu dan rombongan terkait program stunting, dan gizi buruk dan program MBG di kabupaten dan kota.(Foto/Ist)
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian menerima audensi Kepala BKBBN Bengkulu dan rombongan terkait program stunting, dan gizi buruk dan program MBG di kabupaten dan kota.(Foto/Ist)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mencegah stunting dan gizi buruk.

Program ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi langkah konkret untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses makanan bergizi, sehingga mereka bisa tumbuh sehat dan cerdas.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian menegaskan, penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah menargetkan percepatan penurunan prevalensi stunting sesuai dengan target nasional.

Baca Juga: Wamenkes Dante Canangkan Pembangunan Rumah Sakit Bengkulu Tengah Senilai Rp 170 Miliar

Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu.

"Sesuai arahan gubernur, penanganan stunting ini harus kita gaspol, kita tancap gas. Perwakilan BKKBN Bengkulu sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam koordinasi program penanganan stunting tidak bisa bekerja sendiri, maka perlu berkolaborasi dengan pemkot dan pemkab," ujar Mian.

Hal tersebut diungkapkan Wagup Bengkulu, Mian usai menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dan rombongan, bertempat di ruang kerjanya, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga: Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Bengkulu Tandatangani Perjanjian Kinerja

Ia menambahkan, validasi data yang akurat sangat diperlukan agar program ini tepat sasaran. Oleh karena itu, dalam dua minggu ke depan, pemerintah akan mempercepat proses pendataan.

Data yang dikumpulkan mencakup Keluarga Berisiko Stunting (KRS), anak usia dini yang belum bersekolah di PAUD, balita di bawah dua tahun (Baduta), serta ibu hamil dan menyusui.

Baca Juga: Kemenag Kota Bengkulu Dukung Pemkot Larang Sekolah Lakukan Pungutan

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Zamhari menegaskan, komitmen dalam menangani stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam menyelesaikan isu strategis nasional, termasuk perbaikan gizi dan pengentasan kemiskinan.

"Genting adalah salah satu strategi untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam membantu anak-anak yang berisiko terkena stunting," jelas Zamhari.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X