kalam

Jumat Agung dan Karya Penebusan Yesus Kristus di Kayu Salib

Sabtu, 19 April 2025 | 11:20 WIB
Salib, jadi karya penebusan Yesus Kristus untuk menyelamatkan umat manusia.


Jumat Agung adalah salah satu hari paling suci dalam kalender Kristen, yang diperingati oleh umat Kristiani di seluruh dunia sebagai hari kematian Yesus Kristus di kayu salib. Peristiwa ini bukan hanya bagian dari sejarah iman, tetapi merupakan inti dari keselamatan umat manusia dalam ajaran Kristen. Pada hari inilah, karya penebusan yang besar dan agung digenapi—Yesus Kristus menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa dunia.Baca Juga: FGD DPD RI di FEB UNDIP: Rumuskan Arah Pembangunan Nasional

Makna Jumat Agung


Jumat Agung jatuh pada hari Jumat sebelum Minggu Paskah dan menjadi momen refleksi yang mendalam atas penderitaan, pengorbanan, dan kasih Allah yang luar biasa melalui Putra-Nya. Bagi banyak umat Kristen, Jumat Agung bukan hanya tentang kematian, tetapi tentang kasih yang mengalahkan dosa dan harapan yang mengatasi keputusasaan.Baca Juga: AMAN Tanah Serawai Lakukan Ritual Hukum Adat dan Aksi Damai di Depan Pengadilan Negeri Tais

Dalam tradisi Kristen, peringatan Jumat Agung dilakukan dengan ibadah yang khidmat, doa, perenungan, pembacaan kisah sengsara Kristus dari Injil, dan sering kali disertai dengan puasa atau pantang. Gereja-gereja biasanya didekorasi dengan sederhana, bahkan kadang dalam kesunyian, sebagai lambang duka dan hormat atas pengorbanan Kristus.Baca Juga: Tri Ibadah Permudah Umat Beribadah di Tanah Suci selama Umrah dan Haji

Karya Penebusan di Kayu Salib


Kematian Yesus di kayu salib bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan rohani atas dosa dan maut. Alkitab mengajarkan bahwa semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Sebagai akibatnya, manusia terpisah dari Allah dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Namun, Allah dalam kasih-Nya yang besar menyediakan jalan keselamatan melalui pengorbanan Yesus Kristus.Baca Juga: PSU Bupati dan Wabup Bengkulu Selatan Digelar di 330 TPS

Yesus, yang tidak berdosa, menanggung dosa seluruh umat manusia. Sebagaimana dikatakan dalam 2 Korintus 5:21: “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Di kayu salib, Yesus menanggung murka Allah atas dosa, menjadi korban yang sempurna dan terakhir, menggantikan sistem korban dalam Perjanjian Lama.

Dampak Penebusan Bagi Umat Manusia


Karya penebusan Yesus membuka jalan bagi setiap orang untuk berdamai dengan Allah. Melalui iman kepada-Nya, manusia menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal. Salib menjadi simbol kasih, pengampunan, dan pengharapan yang tidak ternilai.Baca Juga: Andi Amran Laporkan Seorang Profesor Diduga Rugikan Negara Rp5 Miliar, Namanya Masih Dirahasiakan

Jumat Agung mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia. Kasih karunia Allah yang dinyatakan di salib mengundang setiap orang untuk datang kepada-Nya, bertobat, dan hidup dalam kebenaran.Baca Juga: PSU Bupati dan Wabup Bengkulu Selatan Digelar di 330 TPS


Jumat Agung bukan hanya peringatan akan penderitaan dan kematian Yesus, tetapi juga pengakuan atas karya agung penebusan yang digenapi di kayu salib. Ini adalah panggilan untuk merenungkan kasih Allah yang begitu besar, dan untuk meresponsnya dengan hidup yang berkenan kepada-Nya. Di balik kegelapan Jumat Agung, terdapat terang kemenangan Paskah—karena salib bukan akhir cerita. Kematian telah dikalahkan, dan hidup yang baru tersedia bagi siapa saja yang percaya.*

 

Tags

Terkini

Ketika Adab Runtuh, Negeri Tinggal Nama

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:04 WIB

Allah Selalu Menjagamu Setiap Desah Nafasmu

Kamis, 18 September 2025 | 07:33 WIB

Allah Mencintai Hamba yang Terus Berbuat Baik

Rabu, 17 September 2025 | 07:46 WIB

Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Hidayah

Jumat, 23 Mei 2025 | 15:07 WIB

Husniah Lepas 599 Jemaah Calon Haji Gowa

Jumat, 25 April 2025 | 13:46 WIB