Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sekretaris Kabinet (Seskab) RI Teddy Indra Wijaya akhirnya buka suara menanggapi kritik dan masukan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Melalui unggahan video di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Selasa (2/6/2026), Teddy menegaskan bahwa diplomasi tidak dapat dinilai hanya dari frekuensi perjalanan, melainkan harus dilihat dari hasil konkret yang diperoleh bagi kepentingan bangsa.
“Bicara diplomasi berarti bicara hasil. Manfaat nyata bagi bangsa,” kata Teddy.
Pernyataan tersebut menjadi respons atas sorotan Dino Patti Djalal yang sebelumnya mempertanyakan tingginya frekuensi kunjungan kerja Presiden Prabowo ke berbagai negara sejak menjabat pada Oktober 2024. Menurut Dino, pola lawatan luar negeri tersebut memunculkan perhatian publik sehingga perlu dievaluasi, termasuk dengan mempertimbangkan pengurangan perjalanan dan pemanfaatan diplomasi virtual.
Meski demikian, Teddy menegaskan pemerintah tetap menghargai kritik dan masukan yang disampaikan berbagai pihak.
“Kritik dan masukan itu penting, dan ruang untuk kritik dan masukan selalu terbuka. Tetapi jangan mengaburkan fakta dari mereka yang sedang bekerja, mereka yang tengah berjuang bersama membawa kepentingan bangsa di panggung dunia,” ujarnya.
Apresiasi untuk Dino Patti Djalal
Dalam penjelasannya, Teddy mengawali tanggapan dengan menyampaikan apresiasi kepada Dino Patti Djalal yang disebutnya sebagai diplomat senior Indonesia.
“Karena saya dimention oleh Pak Dubes Dino, saya mau meluruskan beberapa hal. Dan terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur,” katanya.
Teddy bahkan menyebut Dino sebagai diplomat berpengalaman yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
“Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi wakil menteri luar negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,” ujarnya.
Dalam video tersebut, Teddy juga menampilkan sejumlah dokumentasi saat Dino berkunjung ke kantornya.
Biaya Perjalanan Ditanggung Pribadi Presiden