internasional

371 Juta Orang di Asia Pasifik Kekurangan Gizi

Rabu, 21 Februari 2024 | 18:34 WIB
Pertemuan Tingkat Menteri Asia Pasifik (APRC) ke-37 di Kolombo, Sri Lanka, yang diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada tanggal 19-22 Februari 2024. (KSP RI)

Sri Lanka, suarapembaruan.news - Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan, hampir 371 juta orang di Asia Pasifik mengalami kekurangan gizi, hal ini diperburuk dengan meningkatnya harga pangan.

Baca Juga: Pemkot Semarang Raih Paritrana Award 2024, Mbak Ita Dukung Sosialisasi Iuran BPJS untuk Para Pekerja


Pandemi, perubahan iklim, krisis ekonomi dan ketidakpastian pasokan global telah memberikan dampak yang sangat buruk terhadap wilayah Asia Pasifik, termasuk dampaknya pada produksi pertanian.


Fenomena tersebut dibahas dalam Pertemuan Tingkat Menteri Asia Pasifik (APRC) ke-37 di Kolombo, Sri Lanka, yang diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada tanggal 19-22 Februari 2024.

Baca Juga: Meski Musim Hujan, Kasus DBD Kota Semarang Menurun Tajam


Konferensi Regional Asia Pasifik FAO (APRC) merupakan forum resmi yang dihadiri para Menteri Pertanian dan pejabat tinggi negara-negara anggota FAO untuk berdiskusi dan menguraikan permasalahan pangan di kawasan serta membangun kerja sama untuk penguatan prioritas dan solusi terkait pangan dan pertanian.


Dalam pertemuan ini, turut mempromosikan koherensi regional dalam kebijakan global dan isu-isu politik.

Baca Juga: Tingkat Kepesertaan Jamsostek Bukan Penerima Upah dan Pekerja Rentan di Jateng-DIY Masih Minim


Indonesia memainkan peran strategis dalam mendorong transformasi sistem pangan dan pertanian di kawasan Asia Pasifik.


Hal ini terlihat dari bagaimana Indonesia diminta menjadi pembicara dalam 7 sesi dari total 10 sesi pada pertemuan tersebut.

Baca Juga: Gubernur Rohidin Imbau ASN Pemprov Bengkulu Lapor SPT Tahunan


Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko yang menyampaikan gagasan regenerasi petani sebagai solusi untuk membangun ketahanan pangan di kawasan.

“Indonesia berbagi pembelajaran dan mendorong solusi-solusi baru untuk membangun ketahanan pangan bersama. Diantaranya, kita usulkan pembentukan pusat pelatihan regenerasi petani kawasan Asia Pasifik di Indonesia,” jelas Moeldoko pada agenda utama APRC di Kolombo, Sri Lanka (21/2).

Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto turut membahas mengenai Prioritas Nasional dan Regional.

Halaman:

Terkini