internasional

MUI Kecam Agresi Israel ke Teheran, Desak Dunia Internasional Tegakkan Keadilan Global

Senin, 16 Juni 2025 | 10:14 WIB
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim. (mui.or.id)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan kecaman keras terhadap serangan militer yang dilancarkan Israel ke ibu kota Iran, Teheran, yang dinilai memperparah situasi kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan ini disampaikan MUI sebagai reaksi atas eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang memuncak sejak Jumat, 13 Juni 2025.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai aksi militer Israel sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.

Mewakili MUI dan umat Islam Indonesia, Sudarnoto dengan tegas menyuarakan kecaman terhadap tindakan Israel tersebut.

“Israel layak dikutuk atas tindakannya yang mencederai kemanusiaan dan menginjak-injak hukum internasional,” ungkap Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 15 Juni 2025.

Ia juga menyatakan bahwa Iran berhak untuk mempertahankan kedaulatan negaranya atas serangan tersebut. Sudarnoto mengajak komunitas global untuk tidak berpangku tangan dan mendesak tegaknya hukum internasional secara konsisten.

“Iran memiliki hak konstitusional untuk melakukan perlawanan demi membela kedaulatannya,” tegasnya.

“Penerapan hukum internasional seharusnya menjadi dasar solidaritas global dalam menghadapi agresi Israel,” lanjutnya.

Sebagai latar belakang, pada Jumat, 13 Juni 2025, Israel diketahui menggempur lebih dari 200 target di Iran, termasuk fasilitas nuklir dan instalasi militer. Iran merespons dengan meluncurkan serangan balasan melalui drone dan rudal yang menghantam wilayah Israel mulai Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Menurut laporan sejumlah media internasional, serangan Israel menyebabkan sedikitnya 78 korban jiwa di Iran. Sementara di Israel, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan balasan dari Teheran.

Tags

Terkini