Dua Staf Kedubes Israel Tewas Ditembak di Washington, Pelaku Serukan ‘Bebaskan Palestina’

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 22 Mei 2025 | 15:40 WIB
ilustrasi free Palestina (ist)
ilustrasi free Palestina (ist)

Washington, SUARA PEMBARUAN – Dua pegawai Kedutaan Besar Israel di Washington, DC, tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di luar acara komunitas Yahudi di Museum Yahudi, Rabu, 21 Mei 2025.

Peristiwa berdarah ini terjadi di persimpangan Jalan 3rd dan F, wilayah barat laut ibu kota AS, yang berdekatan dengan museum tempat acara berlangsung, kantor FBI lokal, serta kantor Kejaksaan Amerika Serikat.

Kedua korban diketahui merupakan pasangan muda, pria dan wanita, yang tengah merencanakan pertunangan mereka. Informasi ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Israel.

Menurut juru bicara Kedutaan Besar Israel, Tal Naim Cohen, penembakan dilakukan dari jarak dekat ketika korban menghadiri acara bersama komunitas Yahudi setempat.

Kapolres Metropolitan Washington, Pamela Smith, menjelaskan bahwa pelaku tampak berkeliaran di sekitar lokasi sebelum acara dimulai. Pelaku kemudian diidentifikasi sebagai Elias Rodriguez, pria berusia 30 tahun, dan langsung ditangkap usai melakukan penembakan.

Saat diamankan, Rodriguez berteriak, “Bebaskan Palestina, Bebaskan Palestina,” menandakan adanya motif politik atau ideologis dalam aksinya. Pihak kepolisian menegaskan bahwa Rodriguez tidak memiliki catatan kriminal maupun hubungan sebelumnya dengan aparat keamanan.

Tragedi ini mengundang reaksi keras dari berbagai pejabat tinggi, termasuk Presiden AS Donald Trump. Dalam unggahannya di Truth Social pada Kamis, 22 Mei 2025, Trump menyebut peristiwa ini sebagai aksi antisemitisme yang keji.

“Pembunuhan mengerikan di DC ini, yang jelas-jelas berdasarkan antisemitisme, harus dihentikan sekarang juga. Tidak ada tempat bagi kebencian dan radikalisme di Amerika,” tulis Trump.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, turut mengeluarkan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menuntut pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Kami akan memastikan pelaku keji ini diadili,” tulis Noem dalam unggahannya di platform X.

Di tingkat internasional, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga mengecam keras penyerangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi terorisme antisemitisme yang tercela.

“Menyerang diplomat dan komunitas Yahudi adalah tindakan yang melampaui batas,” tulis Danon di X, Kamis 22 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa pihak Israel percaya otoritas Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang bertanggung jawab atas serangan ini.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X