Vatikan, SUARA PEMBARUAN - Dunia berduka. Jutaan umat Katolik dan masyarakat lintas agama mengucapkan salam perpisahan terakhir kepada Paus Fransiskus, pemimpin spiritual yang dikenal karena kasih sayang, kerendahan hati, dan perjuangannya untuk keadilan sosial.
Upacara pemakaman dilangsungkan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, di bawah langit yang mendung seolah ikut merasakan kehilangan besar ini.
Dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista, misa requiem dihadiri oleh para kepala negara, tokoh-tokoh lintas agama, serta umat dari seluruh penjuru dunia yang memenuhi Basilika Santo Petrus dan sekitarnya.Baca Juga: Film Animasi JUMBO Tunjukkan Kelas Dunia, BINUS @Semarang Bangga Rayakan Karya Anak Bangsa
Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, dikenal sebagai paus pertama dari Benua Amerika dan juga paus pertama dari ordo Jesuit.
Selama lebih dari satu dekade pelayanannya, ia telah mengubah wajah Gereja Katolik dengan pesan-pesan tentang kerendahan hati, perhatian terhadap kaum miskin, perubahan iklim, serta upaya dialog antaragama.Baca Juga: Andi Ina Kartika Sari Kembali Pimpin IKA SMANSA Periode 2025-2029
Dalam homilinya, Kardinal Battista mengenang Paus Fransiskus sebagai "gembala sejati yang berjalan bersama domba-dombanya," dan mengajak seluruh umat untuk melanjutkan warisan kasih dan pelayanan yang ditinggalkannya.
"Beliau tidak hanya berbicara tentang cinta—beliau menghidupinya," ujar Kardinal dengan suara bergetar menahan haru.Baca Juga: Lindungi Warung Kecil, Pemkot Bengkulu Batasi Izin Dirikan Gerai Indomaret dan Alfamart
Petinya yang sederhana, terbuat dari kayu cemara, mencerminkan kesederhanaan hidup yang selalu dijunjung tinggi oleh Paus Fransiskus. Setelah misa, jenazahnya dibawa Basilika Santa Maria Maggiore yang berjarak 5 km dari Basilika Santo Petrus.
Tangisan pecah di antara kerumunan ketika lonceng Basilika berdentang mengiringi prosesi. Banyak umat yang berdoa dalam hening, beberapa memegang potret Paus Fransiskus, sementara yang lain menyalakan lilin sebagai tanda cinta terakhir.Baca Juga: Sinners (2025): Ketika Blues, Vampir, dan Dosa Lama Menyatu dalam Nyanyian Darah
Pemakaman dihadiri 50 kepala negara dunia, diantaranya Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Imannuel Macron. Sedangkan dari Indonesia, Presiden Prabowo mengutus Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang datang bersama Menteri HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Paus Fransiskus meninggalkan dunia, namun semangatnya tetap hidup dalam hati miliaran orang. *