Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang, Junior Dipaksa Makan Natto di Bawah Tekanan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 4 Maret 2026 | 11:14 WIB
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos. (TikTok.com/@panbobolidos)
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos. (TikTok.com/@panbobolidos)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Media sosial diramaikan video yang memperlihatkan dugaan aksi perpeloncoan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jepang. Rekaman yang diunggah akun TikTok @panbobolidos itu menunjukkan sejumlah junior yang baru tiba diminta memakan natto, makanan khas Jepang berbahan dasar kedelai fermentasi.

Dalam video tersebut, suasana tampak tegang. Para junior terlihat duduk berbaris tanpa mengenakan atasan, hanya memakai celana hitam, dengan kepala plontos. Mereka dikelilingi para senior yang mengawasi dari dekat, sembari terdengar teriakan seperti “telan!” dan “habiskan!”.

Aksi tersebut diduga terjadi dalam rangka orientasi bagi para pekerja baru yang akan bekerja di kapal Jepang. Namun, tayangan itu menuai kritik luas dari warganet karena dinilai sarat tekanan dan berpotensi masuk kategori perpeloncoan.

Tak lama setelah viral dan mendapat sorotan tajam, unggahan tersebut dihapus oleh pemilik akun.

Tuai Kecaman Publik

Banyak warganet mengecam praktik senioritas yang dianggap masih kental dan berakar dari budaya lama. Perpeloncoan selama ini identik dengan kekerasan fisik maupun verbal, dan secara umum telah dilarang di berbagai institusi.

Dalam konteks pendidikan, praktik semacam itu telah bertransformasi menjadi kegiatan pengenalan lingkungan yang lebih edukatif, seperti Masa Orientasi Siswa (MOS) maupun Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).

Karena itu, sebagian kalangan menilai metode pembiasaan terhadap budaya kerja di luar negeri seharusnya dilakukan tanpa tekanan berlebihan.

Senior Klarifikasi dan Minta Maaf

Secara terpisah, seorang pria yang mengaku sebagai pengunggah video sekaligus salah satu senior memberikan klarifikasi melalui akun TikTok yang sama pada Selasa, 3 Maret 2026.

“Saya atas nama akun yang sudah meng-upload video yang lagi viral,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada niat untuk membully atau menyakiti para junior.

“Saya dan senpai (senior) yang lain tidak bermaksud untuk membully atau menyakiti,” katanya.

Menurutnya, tujuan kegiatan tersebut agar para pekerja baru terbiasa dengan pola makan di kapal Jepang yang disebutnya sederhana dan terbatas.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X