Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Investasi Jepang di Jawa Timur umumnya berjangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakter tersebut menjadikan penanaman modal asing (PMA) Jepang, sebagai salah satu tulang punggung penguatan struktur industri di provinsi ini, khususnya pada sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman.
"Investasi PMA Jepang terbukti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memicu pertumbuhan industri pendukung dan UMKM lokal," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri East Java Investment Government – Japanese Business Networking Reception di Surabaya, akhir pekan.
Pemprov Jatim, menjamin keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi investasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan after care investasi melalui program KLIK – Mobile Investment Clinic.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 212 perusahaan PMA asal Jepang telah beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi mencapai lebih dari 5 miliar dolar Amerika Serikat. Jepang pun menjadi negara penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor Jepang yang secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.
Ditambahkan, realisasi investasi Jatim pada tahun 2025 mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan provinsi ini dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada Triwulan IV 2025, investasi Jawa Timur tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen (quarter to quarter) dan 11,4 persen (year on year).
Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara Pemprov Jatim dan Konsulat Jepang di berbagai bidang, khususnya dalam sektor ekonomi dan pembenahan iklim investasi.
Artikel Terkait
Jatim Siap Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional
Khofifah : Jatim Siap Jadi Pionir Talent DNA Nasional
Pemprov Jatim Kembangkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan