Shock! Anak SD Korea Selatan Tahun Ini Turun di Bawah 300 Ribu, Krisis Kelahiran Semakin Parah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 15 Januari 2026 | 06:12 WIB
Jumlah murid SD di Korea Selatan tahun ini diproyeksikan jatuh di bawah 300 ribu, menjadi sinyal krisis kelahiran yang kian mengkhawatirkan. (IG Panncafe)
Jumlah murid SD di Korea Selatan tahun ini diproyeksikan jatuh di bawah 300 ribu, menjadi sinyal krisis kelahiran yang kian mengkhawatirkan. (IG Panncafe)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Angka kelahiran rendah di Korea Selatan kembali bikin geger. Tahun 2026 ini, jumlah anak yang masuk kelas 1 SD diperkirakan hanya 298.178 anak, turun di bawah 300 ribu untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Korea Selatan! Baca Juga: Tokoh Adat Lanny Jaya Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah

Data ini diumumkan Kementerian Pendidikan pada 13 Januari, berdasarkan gabungan statistik dari Korean Educational Development Institute, Badan Statistik Nasional, dan Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan.

Awalnya pemerintah memperkirakan ambang kritis ini baru akan terjadi pada 2027, tapi kenyataannya harus dimajukan setahun lebih cepat.Baca Juga: Jini Debut Akting Lewat Film Neon Noir “Boy”, Adu Akting dengan Jo Byeong Gyu dan Seo In Guk

Perjalanan Drastis Jumlah Siswa Kelas 1 SD: Pada 2000, jumlahnya 703.112, setahun kemudian (2001) tersisa 694.256 (pertama kali turun di bawah 700 ribu). Pada 2008: 534.816, 2009: 468.233, 2023: 401.752, 2024: 353.713, 2025: 324.040. Pada 2026, diperkirakan akan tersisa 298.178 anak saja.

Dalam tiga tahun terakhir saja (2023–2026), jumlah siswa baru diperkirakan turun 25,8%, alias lebih dari 100 ribu anak hilang dari sistem sekolah! Baca Juga: ARMY Kaget! Harga Tiket BTS World Tour 2026 Capai Jutaan, Soundcheck dan VIP Jadi Sorotan

Para ahli memperingatkan bahwa tren ini bisa memengaruhi struktur sekolah, jumlah guru, hingga kebijakan kota.

Masalah ini juga erat kaitannya dengan urbanisasi, gaya hidup keluarga modern, dan angka kelahiran yang rendah, yang membuat Korea Selatan menghadapi salah satu krisis demografi paling serius di dunia saat ini.Baca Juga: Toxic: A Fairy Tale for Grown Ups — Drama Gangster Epik Penuh Ketegangan

Pemerintah pun diprediksi akan mulai mendorong insentif keluarga, restrukturisasi sekolah, hingga program dukungan anak, tapi apakah ini cukup untuk membalikkan tren? Waktu yang akan menjawab.*Baca Juga: Dengar Pendapat PT GMTD Tbk dengan DPRD Sulsel Jadi Momen penting Menjelaskan Banyak Hal

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X