NEW YORK, SuaraPembaruan.News - Pasangan nomor urut 03 Pilpres 2024, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD berhasil menang telak di Amerika Serikat dan Kanada.
Di Amerika Serikat, pasangan 'Ganjar-Mahfud' berhasil memperoleh 6.646 suara atau sebesar 50,95% dan di Kanada, 'Ganjar-Mahfud' memperoleh 2.351 suara atau sebesar 53,26%. Posisi ini jauh melampaui Prabowo-Gibran di posisi kedua dan Anies-Muhaimin yang menempati posisi ketiga.
Kemenangan telak Ganjar-Mahfud ini bahkan terjadi pada seluruh lokasi pemilihan yang digelar oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Amerika Serikat, yaitu: Los Angeles, California (3.801 pemilih, 12 TPS, 55,30%), New York (3.400 pemilih, 15 TPS, 47,91%), Houston, Texas (1921 pemilih, 13 TPS, 48,52%), San Francisco, California (1.904 pemilih, 6 TPS, 56,36%), Washington DC (1.084 pemilih, 3 TPS, 45,57%) dan Chicago, Illinois (935 pemilih, 2 TPS, 44,49%).
Sedangkan di Kanada, 'Ganjar-Mahfud' juga berhasil menang telak dengan perolehan 53,3% suara pemilih, jauh melampaui 'Prabowo-Gibran' yang memperoleh 30,2% dan 'Anies-Muhaimin' sebesar 16,2%, yang berasal dari penghitungan suara di Vancouver (2.163 pemilih, 6 TPS, 54,51%), Toronto (1.727 pemilih, 2 TPS, 53,91%), dan Ottawa (524 pemilih, 3 TPS, 45,99%).
Baca Juga: Istri Mengadu Dilecehkan, Pria di Semarang Ini Tusuk Kakak Ipar
Lia Sundah Suntoso, Ketua TPLN 'Ganjar-Mahfud' Amerika Serikat menyampaikan, “Terima kasih Tuhan atas hasil yang menggembirakan ini. Kemenangan 'Ganjar-Mahfud' di Amerika Serikat adalah hasil kerja keras serta berkat dukungan dan doa dari semua pihak ditengah-tengah pelaksanaan Pemilu 2024 yang penuh dinamika ini. Kemenangan ini memiliki makna yang luar biasa, karena menjadi simbol tegaknya perjuangan demokrasi dan keberhasilan memilih pemimpin terbaik bagi Indonesia, yang dilaksanakan di 'negeri orang', di tempat yang praktis bebas dari intimidasi aparat, bebas dari 'cawe-cawe' pejabat dan tanpa guyuran bansos dan iming-iming," ujarnya.
"Kemenangan telak 'Ganjar-Mahfud' di Amerika Serikat adalah cermin dari pemilihan yang dilaksanakan secara demokratis, jujur dan adil, terhindar dari praktek-praktek curang, rekayasa dan pengkondisian. Diaspora di Amerika Serikat memiliki 'kemerdekaan' untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk Indonesia, berdasarkan pertimbangan atas rekam jejak, prestasi dan program kerja yang ditawarkan oleh paslon. 'Ganjar-Mahfud' adalah paslon yang paling layak untuk menjadi pemimpin Indonesia mendatang. 'Ganjar-Mahfud' adalah pilihan dari hati nurani dan akal sehat kami,” ujar Lia.
Baca Juga: Antusias Balik ke Timnas Jerman
Hal senada juga disampaikan oleh Tenny Martini, Ketua TPLN 'Ganjar-Mahfud' di Kanada, yang salah satu warganya sempat terkena intimidasi aparat Panwaslu setempat. “Ini adalah hasil kerja keras kita semua, baik dari para Relawan, rekan-rekan Parpol pendukung, para Saksi, dan semua pihak yang bergerak untuk kemenangan 'Ganjar-Mahfud' di Amerika Serikat dan Kanada. Meskipun aparat pernah mengintimidasi salah satu tokoh masyarakat kami disini, kami tetap tidak terpengaruh,” ujar Tenny.
Adanya hasil yang memuaskan ini juga dikarenakan diaspora di Amerika Serikat dan Kanada selalu aktif mengikuti dinamika politik dan sikon yang melatarbelakangi pelaksanaan Pemilu 2024 di Indonesia. Bahkan sejak peristiwa kelam Mahkamah Konstitusi (MK), mereka bekerja ekstra keras untuk mengawal proses Pemilu dari awal sampai akhir. Salah satu PPLN di Amerika Serikat, tepatnya di New York sempat timbul permasalahan DPT ganda, yang kemudian dilaporkan oleh organisasi nirlaba 'Migrant Care' ke Bawaslu
Baca Juga: Konsumsi Miras Oplosan di Asmat, Empat Orang Meninggal
Teddy Muaja, mantan Ketua PDI Perjuangan Amerika Serikat yang juga bertindak sebagai salah satu Koordinator Saksi PDI Perjuangan dan TPLN Amerika Serikat menjelaskan, “Seluruh anggota tim kami mengawal seluruh tahapan proses Pemilu ini dari awal sampai akhir. Dari persiapan saksi, menjaga kertas suara, dari kegiatan pencoblosan awal di KSK-KSK sampai dengan pencoblosan langsung dan penghitungan suara dari pantai Barat hingga pantai Timur, kami ikuti semuanya. Terlebih lagi setelah tanggal pencoblosan awal, sempat beredar berita 'hoax' bahwa ada paslon tertentu yang konon telah memenangkan Pilpres di Amerika Serikat, bahkan sebelum proses penghitungan suara,” ujarnya.
Selanjutnya Teddy juga mengajak agar semua pihak, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk tetap mengawasi penghitungan suara dan tetap memantau hasil rekapitulasi suara secara berjenjang sampai selesai, serta segera melaporkan jika menemukan dugaan kecurangan.
Baca Juga: Rencana Pensiun dan Tawaran Jadi Staf Pelatih
“Dari pemberitaan media, kita ketahui bahwa hasil penghitungan suara (sementara) di Indonesia dinilai 'kontroversial' karena terdapat banyak 'anomali'. Kami prihatin dengan situasi di Tanah Air dan berharap masyarakat Indonesia tetap berpegang teguh mendukung pemimpin yang bermoral dan beretika. Hasil di sini adalah murni suara hati pilihan masyarakat Indonesia di Amerika Serikat dan Kanada,” lanjut Teddy.
Monica Nathan, Ketua 'Board of Advisor' TPLN USA sekaligus Ketua Dewan Pembina jaringan 'World for Ganjar-Mahfud' dari Chicago, Illinois, yang keluarganya merupakan korban langsung tragedi 1998 menyatakan bahwa Pemilu kali ini bukan lagi soal siapa yang menang dan kalah, tetapi merupakan pertaruhan masa depan bangsa Indonesia.