Trump Klaim Jadi Korban Sabotase Tiga Rangkap di Sidang Umum PBB

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 26 September 2025 | 06:19 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuntut PBB untuk melakukan investigasi karena klaim sabotase. (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menuntut PBB untuk melakukan investigasi karena klaim sabotase. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

New York, SUARA PEMBARUAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding dirinya menjadi korban sabotase saat menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, 23 September 2025.

Dalam unggahan di akun Truth Social pada Kamis, 25 September 2025, Trump menyatakan bahwa ia mengalami tiga insiden yang mencurigakan ketika hadir di forum tersebut, dan menuntut PBB segera menggelar penyelidikan resmi.

“Ini adalah aib besar di PBB. Bukan satu, bukan dua, tapi tiga peristiwa yang menakutkan,” tulis Trump.

Eskalator Tiba-Tiba Mati

Trump memulai ceritanya dengan insiden eskalator yang mendadak berhenti saat ia dan istrinya, Melania, sedang menaikinya menuju ruang utama. Menurutnya, hal itu selaras dengan unggahan seseorang sebelumnya yang bercanda akan mematikan eskalator tersebut.

“Eskalator berhenti mendadak. Sungguh menakjubkan kami tidak terjatuh ke depan. Ini jelas sabotase, sebagaimana dicatat dalam sebuah artikel yang menyebut pekerja PBB bercanda tentang mematikannya,” ujarnya.

Trump menegaskan, pelaku di balik peristiwa itu harus ditangkap.

Teleprompter Bermasalah

Insiden kedua yang dialami Trump adalah ketika teleprompternya tidak berfungsi tepat saat ia hendak berpidato di hadapan jutaan penonton di seluruh dunia.

“Teleprompter saya tiba-tiba gelap. Saya langsung berpikir, ‘Setelah eskalator, sekarang ini? Tempat macam apa ini?’” ungkapnya.

Meski begitu, Trump tetap melanjutkan pidato selama 15 menit tanpa teleprompter. Ia bahkan mengklaim pidatonya mendapat ulasan positif karena tidak semua orang bisa tampil spontan sepertinya.

Gangguan Audio

Gangguan terakhir terjadi setelah pidatonya selesai. Trump mengaku baru mengetahui bahwa suaranya tidak terdengar di auditorium, sehingga banyak pemimpin dunia tak bisa menyimak kecuali melalui earphone penerjemah.

“Orang pertama yang saya tanya adalah Melania. Dia berkata, ‘Saya tidak mendengar apapun dari yang kamu katakan,’” kata Trump.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X