Namun, banyak ahli hukum berpendapat bahwa jika hasil gambar AI terlalu mirip dengan karya asli yang telah memiliki hak cipta, maka ini bisa dianggap sebagai pelanggaran.
Bagi Miyazaki, tren ini bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga tentang bagaimana AI dapat menggerus nilai seni itu sendiri.
Sebagai seorang seniman yang telah menghabiskan puluhan tahun menciptakan animasi penuh jiwa, Miyazaki menegaskan bahwa teknologi seperti AI tidak akan bisa menggantikan kreativitas manusia.
Artikel Terkait
Indosat Ooredoo Hutchison dan GoTo Luncurkan Sahabat-AI
Usung Konsep Simple & Next Level, IM3 Platinum Makin Canggih dengan Sentuhan AI
Zyrex Innovation Day Surabaya 2025: Paparkan Kemajuan Teknologi AI di Indonesia
Hadapi Lonjakan Konektivitas di Ramadan dan Lebaran, Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Jaringan dengan AI
OpenAI Terancam Berurusan dengan Hukum, Ghibli Bisa Gunakan Undang-undang Hak Cipta AS untuk Melakukan Gugatan