"Data ini kami terima dari para jamaah umroh yang memang menyampaikan daftar 6 orang ini bersama mereka saat kejadian kecelakaan," kata Yusron.
Selain korban meninggal ada pula tiga korban luka yang saat ini masih berada dalam perawatan rumah sakit Arab Saudi, dan telah dicek oleh Satgas perlindungan KJRI Jeddah. Selain itu, terdapat pula korban meninggal dunia WNA berjumlah tiga orang.
"Proses identifikasi korban meninggal akan dilakukan oleh otoritas Arab Saudi. Satgas juga telah menyampaikan kabar ini kepada keluarga korban di tanah air," kata Yusron. Korban Meninggal Dimakamkan di Arab Saudi Sementara itu, kementerian Agama menguraikan korban kecelakaan bus rombongan jamaah umrah di Arab terdiri dari 13 luka-luka, 6 meninggal dunia dan 1 tanpa luka.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan seluruh korban meninggal dunia akan dimakamkan di Arab Saudi. “Kondisi saat ini yang wafat dalam proses pemakaman di sana,” kata Nasaruddin Umar di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (21/3).
Nasaruddin menjelaskan kecelakaan bus terjadi di Wadi Qudeid atau sekitar 150 km dari Kota Jeddah pada Rabu (19/3) pukul 13.30 Waktu Saudi atau 17.30 WIB. Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyampaikan para korban jamaah ikut dalam rombongan travel PT Madani Alam Semesta. Bojonegoro. Saat ini pemerintah Indonesia melalui Konsul Haji dan Atase Kedutaan Besar sedang aktif menangani korban kecelakaan.
“Kecelakaan mungkin mengantuk kali ya,” ujar Nasaruddin. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Agensi Umroh yang memberangkatkan para jamaah guna mendapatkan data lengkap para WNI dan keluarga di Indonesia. Kemlu juga telah memberitahukan peristiwa ini kepada pihak keluarga. (SP.news)