Juru bicara Yakuza Mangenes, Eko Ebes, mengungkapkan pihaknya sebelumnya menerima puluhan aduan dari para korban, meski hingga kini baru enam orang yang membuat laporan resmi.
“Jumlah itu belum termasuk santriwati yang sebelumnya viral karena hamil dan melahirkan, yang juga diduga berkaitan dengan kasus tersebut,” kata Eko.
Kasus ini terus menyita perhatian masyarakat karena dinilai membuka dugaan praktik kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami proses hukum dan belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum maupun pasal yang akan dikenakan kepada terduga pelaku.