Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho menemukan akhir menyedihkan setelah jasadnya yang telah menjadi kerangka ditemukan di aliran Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor. Bocah 6 tahun yang lenyap sejak Maret 2025 itu ternyata dibunuh oleh ayah tirinya sendiri.
Setelah kepolisian mengungkap pelakunya, proses penanganan kini berfokus pada pendampingan psikologis bagi keluarga Alvaro yang masih sangat terpukul.
Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam menyebut tim psikolog dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan terus memberikan terapi untuk menstabilkan kondisi mental keluarga, meski pemulihan tentu membutuhkan waktu berbeda bagi tiap individu.
Walau pelaku, Alex Iskandar, meninggal dunia di ruang konseling saat dalam proses hukum, pihak keluarga tetap menginginkan perkara ini diproses sesuai aturan. Seala menegaskan bahwa penegakan hukum tetap berjalan dan menjadi perhatian serius pimpinan kepolisian.
Di sisi lain, jadwal pemakaman Alvaro belum ditentukan, dan tes DNA untuk memastikan identitas jenazah masih berlangsung. Kepolisian tetap memprioritaskan trauma healing bagi keluarga sambil menunggu perkembangan lanjutan.
Sebagai pengingat, Alvaro dinyatakan hilang setelah dijemput seseorang di masjid pada Maret 2025. Tersangka Alex terbukti menyimpan dendam terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri, didorong kecurigaan perselingkuhan.
Bukti percakapan digital dalam ponsel Alex menguatkan motif balas dendam tersebut, termasuk pesan bernada kemarahan yang ia kirimkan berulang kali.