hukum-kriminalitas

Misteri Bjorka Kembali Mencuat: Setelah Polisi Tangkap WFT, 341 Ribu Data Anggota Polri Justru Bocor

Rabu, 8 Oktober 2025 | 05:45 WIB
Menyoroti kasus penangkapan hacker yang dikenal dengan nama Bjorka oleh pihak kepolisian usai kini menuai sorotan terkait keaslian pelakunya. (Dok. Polri)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Nama hacker legendaris “Bjorka” kembali menjadi sorotan publik Indonesia setelah Polda Metro Jaya mengumumkan penangkapan seorang pemuda asal Minahasa berinisial WFT (22) yang diduga berada di balik akun @bjorkanesiaaa.

Namun, belum genap sehari setelah kabar penangkapan itu tersebar, publik justru diguncang oleh kebocoran data besar-besaran yang melibatkan 341 ribu anggota Polri — aksi yang diklaim dilakukan oleh sosok asli Bjorka.

Kabar tersebut pertama kali diungkap oleh pakar keamanan siber Teguh Aprianto melalui akun X @secgron, pada Minggu, 5 Oktober 2025.

“Polisi mengklaim telah menangkap Bjorka. Padahal yang ditangkap hanyalah penirunya,” tulis Teguh.

Ironisnya, kebocoran besar itu muncul hanya sehari setelah kepolisian mengumumkan keberhasilan menangkap Bjorka versi mereka. File berisi data anggota Polri, mulai dari nama, pangkat, nomor telepon hingga alamat email, kemudian muncul di forum gelap.

Peretas yang mengaku sebagai Bjorka asli pun membantah keterlibatan WFT dan menuding polisi salah tangkap.

Lantas, siapa sebenarnya sosok di balik akun kontroversial itu? Berikut rangkuman perkembangan terbaru kasus Bjorka yang kembali mengguncang dunia siber nasional.

Polisi Masih Selidiki Identitas Asli

Polda Metro Jaya mengakui masih mendalami sosok di balik nama Bjorka yang sebenarnya. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menyebut penyidik masih menelusuri jejak digital WFT.

“Siapa pun bisa menjadi siapa saja di dunia maya,” ujar Reonald di Polda Metro Jaya, Senin, 6 Oktober 2025.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan bahwa lebih dari satu orang menggunakan nama “Bjorka” untuk tujuan berbeda. Ia menambahkan, WFT diketahui aktif di dark web dan sering berganti identitas daring.

“Yang bersangkutan beberapa kali mengganti nama akunnya di dark web,” jelas Reonald.

Meski begitu, kepolisian belum bisa memastikan apakah kebocoran data Polri benar dilakukan oleh WFT atau pihak lain yang meniru nama yang sama.

Penangkapan di Minahasa dan Dugaan Pemerasan

Halaman:

Tags

Terkini