Dugaan Mafia Solar di Banyuwangi? Truk Tangki dan Nozzle SPBU Dipasangi Garis Polisi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB
Menyoroti kasus penyitaan truk tangki Pertamina di SPBU Genteng Wetan, Banyuwangi terkait dugaan penyelewengan BBM. (bintangtenggara.net)
Menyoroti kasus penyitaan truk tangki Pertamina di SPBU Genteng Wetan, Banyuwangi terkait dugaan penyelewengan BBM. (bintangtenggara.net)

Banyuwangi, SUARA PEMBARUAN – Aktivitas penjualan solar subsidi di SPBU 54.684.15 Genteng Wetan, Banyuwangi, terhenti setelah sebuah truk tangki pengangkut BBM milik Pertamina diamankan aparat penegak hukum. Kendaraan tersebut terlihat terparkir di area SPBU dengan garis polisi terpasang, memicu perhatian warga dan pengguna BBM di wilayah setempat.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat yang biasa mengandalkan SPBU di Jalan Hasanudin No. 99, Dusun Cangaan, Kecamatan Genteng. Sejumlah pelanggan mengaku kesulitan memperoleh solar untuk kebutuhan usaha maupun aktivitas sehari-hari karena layanan pengisian tidak beroperasi.

Salah seorang warga, Andi (50), mengaku harus mencari solar ke wilayah lain setelah beberapa kali mendatangi SPBU tersebut tanpa hasil.

“Sudah dua hari saya datang ke sini, tapi pengisian solar masih tutup. Akhirnya harus mencari ke tempat lain yang lebih jauh, padahal solar ini untuk kebutuhan kerja,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, penghentian layanan diduga berkaitan dengan proses penyelidikan aparat terhadap distribusi BBM. Selain truk tangki yang diamankan, nozzle pengisian solar di SPBU tersebut juga terlihat dipasangi garis polisi.

Truk yang menjadi perhatian publik itu disebut merupakan armada pengangkut BBM milik perusahaan transportir PT Puspita Cipta dengan kapasitas tangki sekitar 24 ribu liter. Sebelum diamankan, kendaraan tersebut diketahui telah menyelesaikan proses pembongkaran solar subsidi di SPBU Genteng Wetan.

Rencananya, armada tersebut akan melanjutkan distribusi BBM jenis Pertalite ke SPBU lain di wilayah Genteng. Namun sebelum meninggalkan lokasi, kendaraan itu diduga diamankan aparat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Perwakilan SPBU Genteng Wetan, Sudarmoko, mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti persoalan yang sedang ditangani aparat. Menurutnya, SPBU hanya menjadi lokasi pembongkaran muatan sebelum truk melanjutkan perjalanan distribusi.

“Kami hanya menjadi tempat terakhir kendaraan melakukan dropping solar. Setelah itu rencananya akan melanjutkan pengiriman Pertalite ke SPBU lain, namun kendaraan tersebut diamankan saat hendak keluar dari lokasi,” katanya.

Sudarmoko juga menegaskan bahwa pihak SPBU tidak terlibat dalam dugaan penyimpangan yang sedang diselidiki. Meski demikian, proses penyelidikan yang masih berlangsung membuat penjualan solar di SPBU tersebut sementara tidak dapat dilakukan.

Akibat kondisi tersebut, pasokan solar di tangki penyimpanan SPBU tidak dapat diperbarui karena proses pemesanan distribusi baru belum bisa dilakukan. Situasi ini menyebabkan pelayanan kepada konsumen ikut terdampak.

Pihak pengelola berharap proses penyelidikan dapat segera selesai sehingga operasional penjualan solar kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti biasa.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X