Warga Bantul Selamatkan Balita Yang Dilakban Tangan Kaki dan Mulutnya

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 3 Juni 2026 | 20:04 WIB
Ilustrasi Stop KDRT anak dok.ist
Ilustrasi Stop KDRT anak dok.ist

Bantul, SUARA PEMBARUAN - Polsek Pleret, Polres Bantul, menyelamatkan balita perempuan usia tiga tahun yang ditinggalkan sendirian di kamar kos dalam kondisi memprihatinkan: mulut, tangan, dan kakinya terikat lakban. Ibu korban kini tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Pleret setelah datang bersama suaminya, Rabu (3/6).

Sebuah kasus yang menggetarkan hati terjadi di kos-kosan yang berada di Dusun Kedaton RT 07, Desa Pleret, Kecamatan Pleret. Korban, ACD, pertama kali ditemukan oleh tetangga dan pemilik kos pada Senin (1/6) malam, sekitar pukul 20.50 WIB.

Iptu Rita Hidayanto, Kasi Humas Polres Bantul, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari kecurigaan seorang tetangga bernama Zein Ikhsan. “Menurut keterangannya, dia melihat ibu korban, TKS (25), pergi sendiri dari kamar kontrakan pada pukul 17.00 WIB, lalu kembali lagi satu jam kemudian,” ujarnya.

Tidak lama setelah itu, saat Zein sedang asyik membakar sate di depan kamarnya, telinganya menangkap suara tangis pilu yang berasal dari kamar korban. Rasa curiga yang menggunung mendorongnya memanggil pemilik kontrakan, Astrianto Sofi, untuk mengecek bersama.

Dengan memaksa membuka jendela dari luar, pemandangan mengerikan pun terlihat: ACD terbaring lemas, mulutnya tertutup rapat oleh lakban plastik bening, kedua tangan terikat lakban yang sama, begitu pula kedua kakinya—plus selendang warna merah maroon yang membelit. Korban sendirian. Ibu kandungnya, TKS, lenyap entah ke mana.

“Begitu menyaksikan kondisi ini, para saksi langsung memanggil petugas Polsek Pleret. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah membebaskan korban dari ikatan, petugas memastikan kondisi korban baik-baik saja dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik,” jelas Iptu Rita.

Dari berbagai keterangan yang dihimpun, korban ternyata tinggal berdua hanya dengan ibunya. TKS diketahui berasal dari Tulang Bawang, Lampung. Sementara sang ayah, RID (30), pria kelahiran Medan itu, sedang merantau bekerja di Jakarta.

Setelah proses penyelamatan, ACD langsung diserahkan ke adik kandung ayahnya, Isn, yang tinggal di Pathuk, Gunungkidul. Kabar terbaru menyebutkan kondisi si kecil kini sudah membaik dan mulai pulih.

Untuk menguak duduk perkara, polisi hari ini langsung memeriksa TKS yang datang bersama suaminya RID. Keduanya kini dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Petugas hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus ini secara maraton. Begitu ada perkembangan terbaru, akan segera kami sampaikan pada kesempatan pertama,” tutup Iptu Rita.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X