Bantu Atasi Kemiskinan Ekstrem, PT Djarum Bedah 10 Rumah Tidak Layak Huni Warga Pemalang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 10:03 WIB
Warga berfoto bersama usai menerima program bedah rumah atau renovasi bertajuk Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum.  (PT Djarum)
Warga berfoto bersama usai menerima program bedah rumah atau renovasi bertajuk Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum. (PT Djarum)


Dengan pilihan material terbaik, bangunan ini dapat bertahan dalam kurun waktu minimal 10 tahun sehingga dapat menjadi tempat bernaung yang aman bagi seluruh keluarga.


Kedua, “Sehat” dari sisi kesehatan, rumah sederhana layak huni juga harus memiliki pencahayaan alami yang cukup, sirkulasi udara yang baik, serta sanitasi yang baik pula.

Baca Juga: InJourney Destination Management dan RAWHaus Kolaborasi Wisata Ramah Lingkungan di Keraton Ratu Boko


Setelah ‘Aman’ dan ‘Sehat’, para penghuninya dapat merasa ‘Nyaman’, kemudian dapat melakukan hal-hal yang bersifat produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut.


PT Djarum lebih dulu telah melakukan renovasi atau membangun ulang sebanyak 160 rumah di berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Baca Juga: Pilkada Serentak Koalisi PKB-Demokrat Bantul Usung Petahana Abdul Halim - Rony Wijaya


Perdana dilakukan pada tahun 2022, program ini telah menyasar empat kabupaten yaitu Pemalang (10 rumah), Kudus (10 rumah), Rembang (5 rumah), Demak (10 rumah).


Kemudian pada 2023 di tiga kabupaten yaitu di Kudus (25 rumah), Grobogan (5 rumah), dan Blora (5 rumah). Pada 2024 di Kudus (80 rumah) dan Pemalang (10 rumah).*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X