Bantu Atasi Kemiskinan Ekstrem, PT Djarum Bedah 10 Rumah Tidak Layak Huni Warga Pemalang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 10:03 WIB
Warga berfoto bersama usai menerima program bedah rumah atau renovasi bertajuk Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum.  (PT Djarum)
Warga berfoto bersama usai menerima program bedah rumah atau renovasi bertajuk Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum. (PT Djarum)


Pemalang, suarapembaruan.news - Sebanyak 10 rumah warga Pemalang yang tidak layak huni masuk dalam program bedah rumah atau renovasi bertajuk Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum.


Program bedah rumah itu merupakan kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng guna menyukseskan program penanggulangan kemiskinan ekstrem.


PT Djarum mengucurkan anggaran mencapai Rp 530 juta guna membiayai renovasi 10 rumah di Pemalang pada semester pertama tahun 2024 ini.

Baca Juga: Survei Tertinggi Dari Kandidat Lain, Paulus Waterpauw Memenuhi Kriteria Pilihan Rakyat Papua


Kepala Disperindag Jateng, Muhammad Arif Sambodo, mengatakan Kabupaten Pemalang merupakan satu dari lima kabupaten prioritas pelaksanaan program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem (PKE) di Jateng.


Program ini fokus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu seperti rumah layak huni, sarana air bersih, ketersediaan listrik, hingga sanitasi. Program ini memutuhkan peran dunia usaha melalui program corporate social responsibility (CSR).

Baca Juga: Angka Inflasi Bengkulu Bulan Juli Sebesar 2,31 Persen


“Kami berkoordinasi dengan berbagai perusahaan yang ada di Jateng agar mau turun tangan di program ini. Salah satunya ialah PT Djarum yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan Rumah Sederhana Layak Huni di Kabupaten Pemalang. Keikutsertaan pelaku usaha seperti ini sangat dibutuhkan karena program PKE ini tidak biasa dibiaya secara menyeluruh dengan APBD,” ujar Arif, saat bedah rumah di Desa Mereng, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Kamis (1/8).

Sementara itu, Deputi GM Corporate Communications PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan keikutsertaan dalam menyukseskan program RSLH merupakan komitmen PT Djarum dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup rakyat. Hal ini dikarenakan rumah yang layak huni merupakan aspek penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Baca Juga: Kepala BPTD Kelas III Bengkulu Dirotasi

“Sebagai tempat bernaung, rumah harus bisa memberikan kenyamanan dan kesehatan agar kualitas hidup orang yang tinggal didalamnya bisa semakin baik. Dengan kualitas hidup yang baik itu, para penghuninya kemudian dapat melakukan hal-hal yang bersifat produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi,” tutur Budiharto.

Salah satu rumah warga sebelum dan setelah bedah rumah bantuan PT Djarum dalam program Rumah Sederhana Layak Huni. (PT Djarum)

Bedah rumah ini juga dioptimalkan agar bangunan tidak hanya layak huni tapi juga kokoh dan elok. Misalnya, untuk lantai dari yang semula tanah kini menggunakan keramik. Lalu untuk atap, dipasangkan plafon agar menghalau udara panas dari genting. Sementara agar rumah lebih sehat ditinggali, renovasi juga dilakukan terhadap sanitasi air kotor, pencahayaan serta memastikan udara tersirkulasi dengan baik.

Baca Juga: 58 Peserta Calon Paskibraka Provinsi Bengkulu Jalani Diklat
Achmad Budiharto menjelaskan, Rumah Sederhana Layak Huni dari PT Djarum telah memenuhi tiga persyaratan dasar yakni “Aman, Sehat, dan Nyaman” Pertama, “Aman” artinya rumah sederhana layak huni harus aman secara pondasi dan konstruksi.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X