Semarang, suarapembaruan.news – Untuk menjaga prosedur atau standard operating procedure (SOP), Kamis (5/7), PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) melaksanakan melaksanakan Safety Stand Down (SSD).
Kegiatan itu diikuti 1000 perwakilan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se-Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
SSD adalah sosialisasi terkait insiden yang dilaksanakan secara serentak kepada pihak-pihak terkait sebagai bentuk pembelajaran agar insiden yang sama tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi dan untuk mengingatkan kembali kepada SPBU untuk selalu mengutamakan keselamatan yang sesuai pada panduan SOP dalam pelayanan kepada konsumen mengingat barang yang dijual di SPBU adalah bahan-bahan yang mudah menyala dan terbakar.
Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Aribawa menyampaikan, SPBU perlu meningkatkan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap SOP pelayanan konsumen saat beroperasi.
“Sarana dan prasarana serta alat pemadam api di SPBU wajib dilakukan pengecekan dan pemeliharaan secara berkala sebagai antisipasi dan dapat mengurangi resiko insiden," ujarnya.
"Kami juga menghimbau kepada seluruh tim SPBU baik pengawas maupun operator untuk bisa selalu sigap dalam menanggulangi pontensi kebakaran serta bahu-membahu apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.
Aribawa menambahkan, pelatihan penggunaan alat pemadam api yang tersedia di SPBU juga perlu dilakukan secara periodik.
Artikel Terkait
Kemacetan Antrian di SPBU Berlangsung Lama, Gubernur Waterpauw: Apa Kata Dunia
Melanggar, 59 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi
Pertamina Patra Niaga Lakukan Uji Tera dan Density Produk BBM di SPBU di Jawa Tengah
Hadapi Idul Adha 1445 Hijriyah, Pertamina Jamin Stok BBM di Bengkulu Aman
Pertamina Pastikan Stok BBM di Provinsi Bengkulu Aman