Jakarta, SUARA PEMBARUAN – PT PGN Tbk, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan mengembangkan budidaya Padi Biosalin di wilayah pesisir utara Semarang.Baca Juga: MK Putuskan Sengketa Pilgub Sulsel Tidak Lanjut ke Sidang Pembuktian
Program ini menarik perhatian khusus dari Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, yang melakukan kunjungan dan meninjau langsung proses penanaman Padi Biosalin pada Sabtu, 18 Januari 2025.
PT PGN Tbk menginisiasi budidaya Padi Biosalin sebagai upaya untuk memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir utara Semarang.Baca Juga: Pasangan Firdaus Daeng Manye – Hengky Yasin Pemenang Sah Pilkada Takalar
Inisiatif ini bertujuan memanfaatkan lahan sawah yang sebelumnya dianggap tandus akibat intrusi air laut (rob) dan tingginya kadar salinitas tanah. Dengan mengembangkan varietas padi yang tahan terhadap kondisi salin, PGN tidak hanya menghidupkan kembali lahan yang sebelumnya tidak produktif, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.Baca Juga: Tahun 2024, Baznas RI Bedah 130 Unit Rumah Tak Layak Huni di Bengkulu
Untuk merealisasikan program ini, PGN menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kolaborasi ini mencakup dukungan teknis, riset, dan pengembangan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan pesisir.Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Minta Kampus Dukung Hilirisasi Nasional
BRIN, sebagai lembaga riset nasional, berperan dalam menyediakan pengetahuan dan teknologi terkait budidaya padi biosalin, sementara Pemkot Semarang memberikan dukungan kebijakan dan infrastruktur untuk memastikan keberlanjutan program.
PGN memberikan dukungan dari mulai penyediaan benih, pupuk dan pendampingan budidaya biosalin. Padi ini dikembangkan untuk dapat tumbuh optimal di lahan yang memiliki kadar garam yang tinggi.Baca Juga: Pedagang Eceran Gas Elpiji 3 Kg Diimbau Mendaftar Jadi Pangkalan Resmi, Bisa Untung Jutaan Rupiah dalam Sebulan!
“Padi Biosalin diharapkan dapat tumbuh dengan baik dan dipanen dengan hasil yang berkualitas. Semoga kedepannya, budidaya padi biosalin ini juga memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman, Selasa (4/2/2025).Baca Juga: DPR Dukung Kementan Tingkatkan Volume Pupuk Subsidi
Di lahan seluas 20 hektar di pesisir Mangunharjo, Semarang, budidaya Padi Biosalin telah menjadi andalan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mempelopori inovasi pemanfaatan lahan salin di Indonesia.Baca Juga: Pusat Kuliner Z-Corner Baznas Bengkulu Resmi Dibuka
Program ini tidak hanya membawa dampak positif bagi ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa terkait lahan yang terdegradasi akibat intrusi air laut (rob) dan salinitas tinggi.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu, menyatakan bahwa budidaya Padi Biosalin masih belum banyak dikenal di daerah lain. Oleh karena itu, Pemkot Semarang berencana untuk mengundang kelompok tani dari berbagai daerah untuk memberikan pelatihan dan berbagi pengetahuan tentang teknik budidaya Padi Biosalin.Baca Juga: Tilep Puluhan Juta Janjikan Lulus Tes Honorer Pemprov Bengkulu, Mantan Honorer Ditangkap Polisi
Langkah ini diharapkan dapat memperluas penerapan inovasi ini ke wilayah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi antar-daerah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim.