Menko Airlangga Hartarto Minta Kampus Dukung Hilirisasi Nasional

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Selasa, 4 Februari 2025 | 20:34 WIB
Talkshow “Peran dan Peluang Kampus dalam Agenda Hilirisasi dan Mewujudkan Ketahanan Energi”  (Humas UGM)
Talkshow “Peran dan Peluang Kampus dalam Agenda Hilirisasi dan Mewujudkan Ketahanan Energi” (Humas UGM)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr (H.C.) Ir Airlangga Hartarto meminta institusi pendidikan tinggi turut berperan dalam menghadapi tantangan global. Peran kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah inovasi yang mampu mendorong agenda hilirisasi mengubah potensi menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Melalui riset dan pengembangan di kampus, Airlangga mengharapkan kontribusi dalam mewujudkan ketahanan energi yang merupakan pondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional.

Hal itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian dalam  Talkshow “Peran dan Peluang Kampus dalam Agenda Hilirisasi dan Mewujudkan Ketahanan Energi” yang berlangsung di ruang Auditorium Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM, Selasa (04/02/2025).

Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah memandang penting kegiatan hilirisasi berbagai komoditas dari hasil tambang produk pertanian, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan. Peran dan kontribusi perguruan tinggi dalam agenda hilirisasi nasional, dengan melakukan penyesuaian kurikulum, pengembangan program vokasi, dan membentuk lulusan perguruan tinggi yang menguasai teknologi terkini. “Kita harus menguasai dalam hilirisasi seperti penguasaan teknologi kendaraan listrik, microcontroller perancangan IC maupun semikonduktor device,” ujarnya.

Untuk mendukung hilirisasi, lanjut Airlangga, juga diperlukan terobosan dalam kebijakan pendidikan di perguruan tinggi,  agar mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui peningkatan akses penerima beasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. “Kita harus mendorong anak bangsa untuk bisa menimba ilmu yang berkaitan dengan hilirisasi baik di dalam maupun di luar negeri,” ungkapnya.

Kampus juga perlu membangun kolaborasi dengan stakeholders baik di dalam negeri maupun di luar negeri bersamaan dengan pengembangan riset terkait teknologi dalam mendukung hilirisasi ketahanan energi.

Sementara, Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza menuturkan,  banyak industri di tanah air yang tidak bisa memanfaatkan hilirisasi karena kebutuhan gas yang tidak bisa terpenuhi sehingga harus dibantu oleh pemerintah. Kondisi ini menyebabkan tingkat daya saing industri menjadi berkurang,  dibandingkan dengan industri-industri di negara-negara lain. “Kita dorong  pasokan energi yang memadai agar bisa mendukung daya saing industri,” paparnya.

Ditambahkan  Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Prof Ir Tumiran yang sekaligus menjadi moderator, kampus bisa berperan dalam mendorong agenda hilirisasi nasional dan mewujudkan ketahanan energi sehingga bisa mendukung target pertumbuhan ekonomi mencapai dela[an (8) persen (%). ”Pertanyaannya bagaimana strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8% ini? Roadmapnya bagaimana? saya kira, hilirisasi adalah jawabannya untuk mengoptimalkan sumber daya mineral kita dengan transformasi knowledge dan skills yang bisa dibangun dan dimiliki bangsa ini untuk memberikan nilai tambah optimal,” pungkasnya. *

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X