ekonomi-bisnis

Irwan Hidayat Kampanyekan Gerakan Beli Saham, Potensi Untung Bisa 20% Lebih

Kamis, 12 Maret 2026 | 21:35 WIB
Bos Jamu Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat

Selain itu, Irwan juga mengingatkan pentingnya memahami indikator dasar dalam investasi saham, seperti price earning ratio (PER), agar investor dapat menilai apakah suatu saham masih tergolong murah atau sudah terlalu mahal.

Banyak Uang Menganggur

Irwan juga menyoroti fenomena banyaknya dana masyarakat yang masih disimpan dalam bentuk tidak produktif. Ia bahkan menemukan kasus seseorang yang menyimpan puluhan juta rupiah di lemari karena khawatir dengan biaya administrasi bank.Baca Juga: OJK Proyeksikan Kredit UMKM Tahun 2026 Tumbuh Sekitar 7-9 Persen

“Ada yang menyimpan uang puluhan juta di lemari. Ada juga yang dititipkan ke keluarga. Itu menurut saya tidak produktif karena uang tidak berkembang,” katanya.

Ia menilai pola pikir seperti ini membuat potensi ekonomi masyarakat tidak berkembang secara optimal.

Menurutnya, jika dana tersebut dialihkan ke investasi yang produktif seperti saham, masyarakat berpotensi memperoleh keuntungan yang lebih besar sekaligus ikut memperkuat perekonomian nasional.Baca Juga: Pabrik Mie Berformalin di Boyolali Digerebek, Produksi 1,5 Ton per Hari untuk Pasar Solo Raya

Perkuat Investor Domestik

Irwan menegaskan peningkatan jumlah investor dalam negeri sangat penting bagi stabilitas pasar modal Indonesia. Dengan semakin banyak investor domestik, pasar saham tidak akan terlalu bergantung pada aliran dana dari luar negeri.

“Kalau investor dalam negeri kuat, kita tidak terlalu tergantung pada investor asing yang punya dana besar,” ujarnya.Baca Juga: Logistik Pedesaan di Indonesia dalam Perspektif Asta Cita

Ia mencontohkan negara seperti Amerika Serikat, di mana sebagian besar masyarakatnya aktif berinvestasi di pasar saham. Kondisi tersebut membuat pasar modal mereka lebih kuat dan stabil.

Karena itu, Irwan mengajak masyarakat mulai belajar memahami investasi saham dengan memilih perusahaan yang memiliki reputasi baik dan kinerja yang konsisten.

“Jangan biarkan uang menganggur. Cari perusahaan yang reputasinya sudah terbukti bertahun-tahun untung, lalu berinvestasilah di saham,” pungkasnya.*Baca Juga: Pemprov Bengkulu Dorong Sosialisasi Program Taspen Perkuat Kesejahteraan ASN

Halaman:

Tags

Terkini