ekonomi-bisnis

Perkuat Tata Kelola TJSL, IFG dan BP BUMN Dorong Penerapan Three Lines Model

Sabtu, 7 Maret 2026 | 13:16 WIB
Perwakilan Indonesia Financial Group dan Badan Pengaturan BUMN dalam FGD Series #3 membahas penguatan GRC dan penerapan Three Lines Model pada program TJSL BUMN di Jakarta.


Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Indonesia Financial Group (IFG) bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menggelar forum diskusi bertajuk FGD Series #3: Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN – Three Lines Model dalam Manajemen TJSL BUMN di Financial Hall, Jakarta, Rabu (25/2).

Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat implementasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam pengelolaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN (TJSL). Pendekatan yang didorong adalah Three Lines Model, sebuah kerangka kerja tata kelola yang menekankan koordinasi dan akuntabilitas antar fungsi dalam manajemen risiko.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur TJSL BP BUMN, Edi Eko Cahyono, bersama sejumlah narasumber dari kalangan regulator, praktisi GRC, dan perwakilan dari IFG Group.

Sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG menilai penguatan tata kelola dalam program TJSL sangat penting agar program sosial perusahaan tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat, tetapi juga memiliki ukuran kinerja yang jelas, transparan, dan akuntabel.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menjelaskan bahwa penerapan Three Lines Model dalam pengelolaan TJSL merupakan bagian dari komitmen IFG untuk membangun sistem tata kelola yang lebih kuat dan terintegrasi.

Menurutnya, melalui forum ini IFG bersama BP BUMN ingin memperkuat fungsi pengendalian di setiap lini dalam pelaksanaan TJSL. Program tersebut tidak sekadar kegiatan sosial ataupun objek audit, tetapi harus menjadi pendorong nilai strategis yang dikelola secara profesional, terukur, serta mampu memitigasi risiko dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan secara berkelanjutan.

Denny menambahkan, kolaborasi antara regulator dan BUMN menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi TJSL berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan seluruh stakeholder.

Pendekatan Three Lines Model sendiri menegaskan pembagian peran dalam sistem tata kelola organisasi. Lini pertama berfungsi sebagai pemilik risiko, lini kedua menjalankan fungsi manajemen risiko dan kepatuhan, sedangkan lini ketiga bertindak sebagai audit internal.

Dengan pembagian peran tersebut, koordinasi, kolaborasi, serta komunikasi antar fungsi diharapkan berjalan lebih efektif sehingga tidak terjadi celah pengendalian maupun silo antar unit kerja. Hal ini penting agar tata kelola perusahaan dapat berjalan secara terintegrasi dan sejalan dengan tujuan organisasi.

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penerapan GRC pada program TJSL di lingkungan BUMN, sekaligus menyelaraskan perspektif antara regulator, holding, dan entitas anak perusahaan.

Melalui penyelenggaraan FGD Series #3 ini, IFG kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola serta manajemen risiko di berbagai lini, termasuk dalam pelaksanaan TJSL, sebagai fondasi penting dalam menjalankan perannya sebagai holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.





Tags

Terkini