Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Indonesia Financial Group (IFG) menggelar sharing session bertema “Bridging Financial Centres: Pathways in Insurance and Capital Markets” sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pengelolaan aset dan kewajiban atau Asset Liability Management (ALM). Kegiatan ini menghadirkan Executive Director dari Financial Services Development Council, Rocky Tung, serta diikuti oleh perwakilan IFG dan seluruh anggota holding.Baca Juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin dan Siapkan Rute Alternatif
Forum tersebut menempatkan ALM sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan industri asuransi dan dana pensiun. Melalui pendekatan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action), ALM mencakup proses pengumpulan data, analisis, pelaporan, hingga penyusunan strategi pengelolaan aset dan kewajiban. Pendekatan ini bertujuan mengeliminasi risiko, memperkuat tata kelola investasi, serta memastikan perlindungan optimal terhadap dana nasabah.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa tantangan yang selama ini dihadapi industri asuransi dan dana pensiun di Indonesia banyak berakar pada praktik pengelolaan aset dan liabilitas yang kurang prudent. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara kewajiban perusahaan dan ketersediaan aset, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kemampuan memenuhi janji kepada pemegang polis.Baca Juga: Prabowo Mendarat di AS, Siap Temui Trump dan Teken Kesepakatan Dagang Strategis
Menurut Denny, prioritas utama perusahaan di sektor ini adalah menjaga keamanan dana nasabah. Ia menekankan bahwa pengelolaan aset dan liabilitas secara disiplin menjadi kunci untuk menjaga tingkat kesehatan perusahaan sekaligus memastikan keberlanjutan industri.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik ALM yang tidak prudent berisiko menimbulkan defisit tingkat kesehatan perusahaan asuransi maupun dana pensiun. Oleh karena itu, penerapan Liability Driven Investment (LDI) dinilai penting dalam optimalisasi ALM. Pendekatan ini menyesuaikan strategi investasi dengan profil kewajiban dalam kerangka risk appetite yang telah ditetapkan guna meminimalkan mismatch antara aset dan liabilitas.Baca Juga: Diplomasi Palestina Menguat, Menlu RI Bertemu Sekjen PBB Bahas Board of Peace dan Solusi Dua Negara
Framework LDI umumnya mencakup tiga komponen utama, yakni Liability Profile Analysis, Liability Hedge Portfolio, serta Return Seeking Portfolio. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat mengelola risiko secara terukur sekaligus mengejar pengembalian investasi yang selaras dengan rencana bisnis.
Dalam paparannya, Rocky Tung menegaskan bahwa pengelolaan aset dan kewajiban yang efektif merupakan prasyarat utama bagi stabilitas keuangan. Ia menjelaskan bahwa kerangka ALM yang komprehensif dalam industri asuransi menitikberatkan pada stabilitas dan profitabilitas jangka panjang dengan menjaga likuiditas, mengelola kualitas kredit, serta memastikan kecukupan modal operasional.Baca Juga: Hilal Belum Terlihat di Bengkulu, Pemprov Minta Masyarakat Tunggu Sidang Isbat Nasional Tetapkan Awal Ramadan
Menurutnya, ALM juga berperan penting dalam memastikan solvabilitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang. Selain itu, ALM membantu mengidentifikasi dan memitigasi risiko utama, seperti risiko suku bunga, likuiditas, dan risiko pasar, sekaligus mengoptimalkan imbal hasil berbasis risiko melalui diversifikasi dan penyesuaian durasi aset dan liabilitas.
Melalui kegiatan ini, IFG berharap dapat meningkatkan pemahaman mengenai prinsip, tujuan, fungsi, dan jenis ALM, khususnya di sektor asuransi. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat praktik pengelolaan investasi yang sehat, menjaga stabilitas keuangan perusahaan, serta memberikan perlindungan berkelanjutan bagi pemegang polis dan peserta dana pensiun.Baca Juga: SEAblings vs KNetz: Melawan Digdaya K-Pop dan Kesombongan Netizen Korea
Artikel Terkait
IFG Raih Akreditasi Global EFMD, Corporate University Diakui Berkelas Dunia
IFG Dorong Literasi Asuransi untuk Perkuat Ketahanan Risiko Nasional
One by IFG Tancap Gas, Transformasi Digital Tembus 500 Ribu Unduhan
IFG Gaspol Literasi Asuransi, Perkecil Protection Gap Nasional
HPN 2026, IFG Pamerkan 450 Foto Jurnalistik Penuh Cerita