Surabaya, SUARA PEMBARUAN – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperkuat kinerja operasional guna menjaga keandalan distribusi gas bumi di Jawa Timur. Upaya ini dilakukan melalui integrasi jaringan pipa yang saling terkoneksi serta penguatan infrastruktur strategis agar penyaluran energi tetap lancar.
Saat ini, volume penyaluran gas PGN di wilayah tersebut mencapai 197,91 BBTUD, dengan mayoritas diserap sektor industri. Angka ini diproyeksikan terus bertambah seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang mendorong peningkatan kebutuhan energi.
Langkah PGN sejalan dengan pandangan BPH Migas yang menilai gas bumi berperan penting dalam menopang ketahanan energi regional. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyebut tingginya permintaan gas di Jawa Timur menunjukkan perlunya diversifikasi sumber energi untuk menjaga pasokan tetap aman.
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menjelaskan bahwa integrasi jaringan pipa eksisting serta optimalisasi infrastruktur beyond pipeline memungkinkan pasokan gas berasal dari berbagai sumber.
Strategi ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pelanggan secara efisien sekaligus meningkatkan keandalan energi.
Konsep beyond pipeline menjadi bagian dari strategi “adapt” PGN, yang memperkuat pemanfaatan LNG demi menghadirkan fleksibilitas suplai. Ke depan, keberadaan fasilitas pendukung LNG di Jawa Timur diharapkan memperkuat integrasi infrastruktur sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi.
General Manager SOR III PGN, Hedi Hedianto, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan optimalisasi teknis dan operasional, termasuk penguatan suplai dari beragam sumber serta koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan agar layanan gas tetap terjaga.
Tak hanya menyasar industri, PGN juga memperluas jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk melayani masyarakat dan pelaku UMKM. Langkah ini menjadi bagian dari pemanfaatan energi domestik yang lebih efisien sekaligus mendukung transisi menuju target Net Zero Emission 2060.