Namun, Hussen mengakui bahwa jumlah tersebut bukan sesuatu yang bisa dipenuhi Kanada dengan mudah.Baca Juga: Pasangan Dedy-Roni Siap Dilantik sebagai Wali Kota dan Wawali Kota Bengkulu
USAID selama ini telah menyalurkan miliaran dolar ke berbagai organisasi dan lembaga untuk mendukung proyek di seluruh dunia, mulai dari pendidikan, kesehatan, keamanan, demokrasi, bantuan kemanusiaan, hingga pengentasan kemiskinan.
Badan ini juga berperan dalam membantu 130 negara, terutama negara-negara miskin dan mereka yang rentan terhadap konflik.Baca Juga: Sekda Sukarni Canangkan Gerakan Bengkulu Selatan Bersih
Sementara itu, Trump sebelumnya telah mengungkapkan rencana untuk menutup USAID serta memangkas seluruh stafnya sebagai bagian dari efisiensi anggaran. Presiden dari Partai Republik ini menganggap bahwa USAID hanya menghamburkan dan menyalahgunakan dana negara.
Selain itu, Trump juga dikenal sering mengkritik USAID. Ia bahkan sempat mencap para pekerja USAID sebagai kelompok yang “radikal.”Baca Juga: Dokter Koboi: Atur Pola Makan Sahur dan Buka Puasa agar Sehat Sambut Lebaran Idul Fitri
Keputusan ini masih dalam tahap peninjauan, tetapi jika benar-benar direalisasikan, banyak negara mitra, termasuk Indonesia, harus segera menyiapkan strategi alternatif untuk menggantikan peran USAID.
Artikel Terkait
Trump dan Perang Ukraina
Elon Musk Peragakan Salam Hormat ala Nazi saat Pelantikan Trump, Dicurigai Neo-Nazi
Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Dampak Global: Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Bakal Meningkat Pesat
Rampingkan Birokrasi dan Hemat Anggaran, Donald Trump Tawarkan Pensiun Dini Bagi PNS AS dengan Pesangon 8 Kali Gaji
Sebut Meghan Istri yang Buruk, Trump Mengaku Tak Akan Deportasi Pangeran Harry