Sales PGN Area Bojonegoro Eko Suprayitno menjelaskan gas bumi memiliki karakteristik lebih ringan daripada udara sehingga mudah menguap ke atmosfer, tidak mudah meledak, ramah lingkungan, serta telah dilengkapi zat pembau (odorant) sehingga kebocoran lebih mudah dideteksi.
Ia mengimbau pelanggan memastikan instalasi gas berada di lokasi yang aman, memiliki ventilasi yang baik, jauh dari sumber api maupun instalasi listrik, serta tidak mudah dijangkau anak-anak.
Apabila terjadi kebocoran, masyarakat diminta tidak menyalakan api ataupun peralatan listrik, segera menutup kran gas, membuka pintu dan ventilasi agar sirkulasi udara lancar, kemudian memeriksa titik kebocoran menggunakan air sabun.
"Jika kebocoran terjadi pada instalasi rumah, segera tutup kran gas dan hubungi Pertamina Call Center 135 atau layanan WhatsApp PGN agar segera mendapatkan penanganan," jelas Eko.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta. Ketua IWAPI Bojonegoro Sri Artiningsih mengaku memperoleh banyak informasi baru mengenai pemanfaatan gas bumi yang tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, tetapi juga sangat bermanfaat bagi pelaku usaha dan sektor industri.
Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Arva itu, penggunaan gas bumi mampu membantu pelaku usaha menghemat biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
"Gas bumi ini sangat membantu pelaku usaha karena lebih hemat, praktis, efisien, tersedia selama 24 jam, dan juga ramah lingkungan," ujarnya.*
Artikel Terkait
Pasokan Gas Nasional Dijaga Ketat, PGN SOR III Tinjau Langsung Lapangan JTB Bojonegoro
Jargas PGN Jadi Andalan Pesantren Dalwa, Dapur 15 Ribu Santri Kini Beroperasi Nonstop 24 Jam
PGN Tebar Hadiah Renovasi Dapur Modern Lewat Program Bedah Dapur GasKita 2026
PGN Sabet Penghargaan GCG 2026, Tata Kelola dan Keamanan Digital Jadi Andalan
PGN Perkuat Industri Hijau, Pabrik Sepeda Listrik di Semarang Kini Andalkan Gas Bumi