Jargas PGN Jadi Andalan Pesantren Dalwa, Dapur 15 Ribu Santri Kini Beroperasi Nonstop 24 Jam

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 12 Juni 2026 | 11:31 WIB
Jargas PGN menopang dapur Pesantren Dalwa untuk 15 ribu santri. Pasokan 24 jam bantu hemat biaya energi hingga 36 persen.
Jargas PGN menopang dapur Pesantren Dalwa untuk 15 ribu santri. Pasokan 24 jam bantu hemat biaya energi hingga 36 persen.


Pasuruan, SUARA PEMBARUAN – Jaringan gas bumi (jargas) milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kini menjadi penopang utama operasional dapur umum Pondok Pesantren Darullughah Waddawah (Dalwa) di Pasuruan. Pasokan gas yang mengalir selama 24 jam penuh membantu penyediaan konsumsi bagi sekitar 15 ribu santri setiap hari berlangsung lebih lancar, efisien, dan andal.


Pemanfaatan jargas tersebut menjadi bagian dari langkah PGN sebagai Subholding Gas Pertamina dalam memperluas akses energi bersih ke berbagai sektor, termasuk pendidikan. Selain rumah tangga dan industri, sektor pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat sehingga membutuhkan dukungan energi yang berkelanjutan.


Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, menjelaskan bahwa saat ini penyaluran gas bumi di wilayah Pasuruan mencapai sekitar 22 hingga 23 MMSCFD. Infrastruktur PGN telah melayani sekitar 40.230 pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil, serta 127 pelanggan komersial dan industri.


Menurutnya, jumlah pelanggan diperkirakan terus bertambah seiring ekspansi layanan yang dilakukan PGN sepanjang tahun 2026. Salah satu pelanggan strategis yang bergabung tahun ini adalah Pondok Pesantren Dalwa dengan kebutuhan gas rata-rata mencapai 11.000 meter kubik per bulan.


“Pemanfaatan gas bumi di Pesantren Dalwa menunjukkan bahwa manfaat energi gas tidak hanya dirasakan sektor industri, tetapi juga sektor pendidikan yang melayani ribuan masyarakat setiap hari,” kata Arif.


Ia menambahkan, penggunaan jargas memberikan sejumlah keuntungan mulai dari pasokan yang stabil, kemudahan operasional, hingga efisiensi biaya. Sistem distribusi melalui jaringan pipa juga dinilai lebih praktis karena tidak bergantung pada pengiriman tabung atau moda distribusi lainnya.


Selain itu, PGN menerapkan standar keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan odoran pada gas bumi agar potensi kebocoran dapat terdeteksi lebih cepat.


“Dengan jargas, pasokan energi tersedia selama 24 jam sehingga aktivitas dapur dapat berjalan tanpa gangguan. Hal ini juga memberikan efisiensi biaya operasional yang signifikan bagi pengelola,” ujarnya.


Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh pengelola Pondok Pesantren Dalwa. Dapur umum pesantren yang setiap hari melayani kebutuhan makan ribuan santri kini dapat beroperasi lebih optimal tanpa khawatir keterlambatan pasokan energi.


Kepala Bidang Kesiswaan Pesantren Dalwa, Ustad Ismail Ayyub, mengungkapkan bahwa sebelum menggunakan jargas, pesantren pernah mengandalkan kayu bakar, LPG, hingga Compressed Natural Gas (CNG). Namun berbagai kendala kerap muncul, terutama terkait distribusi energi dan ketergantungan terhadap kondisi tertentu.


“Ketika masih menggunakan CNG, pasokan terkadang terlambat datang. Dampaknya tidak hanya dirasakan di dapur, tetapi juga memengaruhi jadwal kegiatan para santri karena penyediaan konsumsi menjadi tertunda,” tuturnya.


Sejak beralih ke jaringan gas bumi PGN, berbagai hambatan tersebut dapat diminimalkan. Pasokan yang tersedia secara terus-menerus membuat aktivitas memasak berjalan lebih lancar sekaligus menekan biaya energi.


Menurut Ismail, penggunaan jargas mampu memberikan penghematan biaya energi hingga sekitar 36 persen dibandingkan sistem sebelumnya. Efisiensi tersebut menjadi nilai tambah yang membantu pesantren mengelola kebutuhan operasional sehari-hari.


Penyaluran gas bumi ke Pesantren Dalwa merupakan bagian dari strategi PGN dalam memperluas pemanfaatan energi gas ke sektor-sektor produktif dan sosial, termasuk lembaga pendidikan, rumah ibadah, serta pelaku usaha masyarakat.


PGN berharap keberhasilan pemanfaatan jargas di Pesantren Dalwa dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan dan institusi lainnya di Pasuruan untuk beralih menggunakan energi yang lebih praktis, efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan perluasan layanan yang terus dilakukan, manfaat energi bersih diharapkan dapat dirasakan semakin luas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X