Pulang dari Luar Negeri, 60 Eks PMI Cirebon Digembleng BRI Jadi Wirausaha Tangguh

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 Juni 2026 | 12:19 WIB
BRI Peduli melatih 60 purna pekerja migran di Cirebon agar mampu membangun usaha mandiri dan memperkuat ekonomi keluarga.
BRI Peduli melatih 60 purna pekerja migran di Cirebon agar mampu membangun usaha mandiri dan memperkuat ekonomi keluarga.

 



Cirebon, SUARA PEMBARUAN – Kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) ke tanah air menjadi momentum penting untuk memulai babak baru kehidupan. Melihat potensi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI Peduli kembali menghadirkan Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) guna mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.

Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 60 purna PMI asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengikuti rangkaian pelatihan yang diselenggarakan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon. Program tersebut dirancang untuk membekali para peserta dengan kemampuan berwirausaha sehingga dapat membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan setelah kembali dari luar negeri.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari dasar-dasar kewirausahaan, pemetaan potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana bisnis (business plan), manajemen produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan usaha, hingga penguatan mental sebagai seorang entrepreneur. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pendampingan bisnis setelah pelatihan agar usaha yang dirintis mampu berkembang secara berkesinambungan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam meningkatkan kualitas hidup para purna PMI melalui pemberdayaan ekonomi.

Menurutnya, para mantan pekerja migran memiliki pengalaman dan semangat kerja yang tinggi. Dengan tambahan keterampilan kewirausahaan, mereka diharapkan mampu menciptakan usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus membuka lapangan pekerjaan di daerah asal.

"Program ini dirancang untuk membekali purna PMI dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan mengelola bisnis, peserta juga memperoleh pendampingan agar usahanya dapat berkembang lebih optimal," ujar Dhanny.

Ia menambahkan, kehadiran mentor yang berpengalaman menjadi salah satu nilai tambah dalam program tersebut. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu peserta menghadapi berbagai tantangan usaha sekaligus memperkuat daya saing bisnis yang mereka jalankan.

Pemilihan Kabupaten Cirebon sebagai lokasi pelaksanaan program bukan tanpa alasan. Berdasarkan data penempatan PMI per Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat masih menjadi provinsi penyumbang pekerja migran terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 21,93 persen dari total nasional.

Sementara itu, Kabupaten Cirebon masuk dalam lima besar daerah asal pekerja migran di Indonesia dengan kontribusi sekitar 4,02 persen. Jumlah penempatan PMI dari wilayah tersebut juga meningkat sekitar 15,51 persen sepanjang 2025, dari 767 orang menjadi 886 orang.

Menurut Dhanny, tingginya jumlah pekerja migran asal Cirebon menjadi alasan kuat bagi BRI untuk menghadirkan program pemberdayaan di daerah tersebut. Melalui pelatihan ini, para purna PMI diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk membangun usaha produktif sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan menciptakan peluang kerja baru di lingkungan sekitar.

Salah satu peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku memperoleh banyak manfaat dari program tersebut. Sebelumnya ia pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Menurut Tanipa, materi yang diberikan tidak hanya membahas validasi model bisnis, tetapi juga memperkaya pemahaman mengenai literasi keuangan, pengelolaan modal usaha, hingga strategi mengembangkan bisnis agar mampu bertahan dalam jangka panjang.

Ia berharap program serupa dapat terus diselenggarakan sehingga semakin banyak purna pekerja migran yang memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas diri dan membangun usaha secara mandiri.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X