Dari Bungkus Nasi ke Tanah Suci: Perjalanan Jeni Bersama Mekaar

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 30 Januari 2026 | 16:54 WIB
Dari dapur sederhana hingga Tanah Suci. Jeni Adilasari, bukti bahwa ketekunan, niat baik, dan keberanian bermimpi mampu mengubah masa depan.
Dari dapur sederhana hingga Tanah Suci. Jeni Adilasari, bukti bahwa ketekunan, niat baik, dan keberanian bermimpi mampu mengubah masa depan.

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Saat sebagian remaja masih terlelap, Jeni Adilasari sudah terbiasa memulai hari sejak pukul tiga dini hari. Di rumah sederhananya di Bojonegoro, sejak SMP ia membantu sang ibu menyiapkan nasi bungkus untuk dijual. Sebagian dititipkan ke warung, sebagian lagi dibawanya ke sekolah untuk ditawarkan kepada teman-teman.Baca Juga: Insan Bumi Mandiri dan MAA International Salurkan 100 Food Pack untuk Anak Yatim di Lombok Barat

Rutinitas itu membentuk hari-hari Jeni yang lekat dengan perjuangan. Sepulang sekolah, rumah kerap sepi karena ibunya belum pulang. Hingga suatu hari, rasa ingin tahu membuat Jeni bertanya pada tetangga. Jawabannya sederhana namun membekas: ibunya sedang “sekolah” di Mekaar.

Istilah “sekolah” di lingkungannya bukanlah ruang kelas formal, melainkan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) PNM Mekaar. Di sanalah para ibu belajar mengelola usaha, keuangan, dan membangun harapan. Dari situ, Jeni menyadari bahwa ibunya tak sekadar berjualan, tetapi tengah menata masa depan keluarga.Baca Juga: Kepala Polisi Daerah DIY Copot Dua Pejabat Terkait Polemik Penetapan Tersangka Kasus Jambret

Pengalaman itu menumbuhkan tekad dalam diri Jeni. Setelah lulus SMA, ia mantap bergabung sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar. Baginya, Mekaar bukan hanya tempat bekerja, melainkan program yang telah membantu keluarganya bangkit perlahan.

Lima tahun berselang, Jeni menyaksikan perubahan bukan hanya pada para nasabah, tetapi juga dalam hidupnya sendiri. Sejumlah mimpi yang dulu terasa jauh mulai terwujud, termasuk membantu keluarga hingga kesempatan menjejak Tanah Suci.Baca Juga: Polri Nonaktifkan Sementara Kapolres Sleman Terkait Penanganan Kasus Hogi Minaya

Pada Januari 2026, melalui program Employee Reward PNM, dedikasinya berbuah manis dengan hadiah umrah gratis. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayang saat ia masih membungkus nasi di dini hari.

Kini, setiap mendampingi ibu-ibu dalam pertemuan mingguan, Jeni seperti melihat kembali perjalanan hidupnya. Dari ruang belajar sederhana itu, ia melanjutkan estafet perjuangan—membantu lebih banyak keluarga bertahan, tumbuh, dan berani bermimpi.*Baca Juga: Viral Lubang Raksasa Aceh Tengah, Jalan Utama Amblas dan Terputus

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X