Pemerintah Luncurkan Program Magang Nasional, Buka 100 Ribu Peluang Kerja bagi Lulusan Muda

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:27 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada 1.666 perusahaan telah membuka 26.000 lowongan untuk peserta program Magang Nasional. (Instagram/airlanggahartarto_official)
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada 1.666 perusahaan telah membuka 26.000 lowongan untuk peserta program Magang Nasional. (Instagram/airlanggahartarto_official)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Pemerintah resmi menggulirkan Program Magang Nasional sebagai langkah strategis membuka peluang kerja bagi lulusan muda di tengah meningkatnya angka pengangguran terdidik dan ketatnya kompetisi di pasar tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, hingga pertengahan Oktober 2025 tercatat 1.666 perusahaan telah bergabung dan menyiapkan 26.181 posisi magang.

Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025, yang dirancang untuk mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi dan sekolah vokasi ke dunia kerja formal.

“Per hari ini, jumlah posisi kerja yang tersedia sudah mencapai 156.159,” ujar Airlangga saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Program Magang Nasional akan berjalan dalam dua tahap. Gelombang pertama dimulai 20 Oktober 2025 dengan melibatkan sekitar 20 ribu peserta, sementara gelombang kedua dijadwalkan pada November mendatang dengan target tambahan 80 ribu peserta.

Setiap peserta magang akan menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi tempat kerja masing-masing. Pemerintah juga menanggung jaminan kehilangan pekerjaan (JK) dan jaminan kematian (JKM) tanpa ada potongan dari uang saku.

Airlangga menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar menyediakan pekerjaan sementara, tetapi juga melatih kedisiplinan dan keterampilan praktis bagi generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja sebenarnya.
“Peserta magang memperoleh uang saku penuh sesuai UMK dan tetap mendapatkan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja,” ujarnya.

Selain dunia industri, sejumlah kampus besar seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Pancasila turut berperan dalam penyediaan peserta dan penyusunan kurikulum magang. Sinergi antara akademisi dan pelaku industri ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.
“Kami ingin mahasiswa belajar langsung di dunia kerja tanpa kehilangan konteks akademiknya,” tutur Airlangga.

Program Magang Nasional merupakan salah satu komponen utama paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025, berdampingan dengan kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tambahan bagi 35 juta keluarga penerima manfaat. Kedua kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja produktif.

Pemerintah juga mendorong perusahaan agar aktif memberikan pelatihan dan pendampingan bagi peserta magang.
“Magang tidak boleh dipandang sebagai tenaga kerja murah, tapi sebagai sarana pembelajaran dan pembentukan karakter kerja,” tegas Airlangga.

Pendaftaran Gelombang Kedua

Sementara itu, pendaftaran untuk gelombang pertama telah ditutup. Gelombang kedua akan dibuka pada November 2025 melalui situs resmi maganghub.kemnaker.go.id
. Pemerintah menargetkan partisipasi lebih luas agar semakin banyak lulusan muda dapat memperoleh pengalaman kerja yang berharga sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X