Ungaran, SUARA PEMBARUAN — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Rabu (10/9/2025).Baca Juga: Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama Untuk Kerukunan dan Pembangunan Bengkulu
Kehadirannya didampingi jajaran Pemprov Jateng, di antaranya Asisten Pembangunan dan sejumlah OPD, serta Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kapolres Semarang AKBP Ratna, dan Dandim Salatiga.Baca Juga: Bengkulu Bentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Rombongan disambut hangat oleh Direktur PT Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat. Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah sekaligus berharap ada pendampingan berkelanjutan.Baca Juga: Sukseskan Ketahanan Pangan, Pemprov Bengkulu Dukung Desa Mandiri Lewat Program Satu Hektare
“Kami berharap Pemprov dapat membimbing dalam hal lingkungan, perizinan, maupun pengawasan lainnya, sehingga perusahaan tetap sehat, taat aturan, dan terlindungi. Kehadiran pemerintah sangat penting agar kami tidak salah langkah,” ujarnya.Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Masyarakat, Pemprov dan IDI Bengkulu Perkuat Kerja Sama
Irwan juga menitipkan harapan agar pemerintah memberi perhatian pada penyelamatan Rawa Pening yang kini menyusut drastis dari luas awal 2.800 hektar menjadi hanya sekitar 700 hektar dengan kedalaman tinggal 4 meter.
“Air akan menjadi isu besar di masa depan, sehingga Rawa Pening harus dikelola lebih baik,” tegasnya.Baca Juga: Tanamkan Kepedulian Lingkungan Lewat Lomba Edukatif di SDN 42 Hulonthalangi
Selain itu, ia menyoroti pentingnya optimalisasi Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai pintu masuk wisatawan.
“Semarang memiliki potensi besar untuk menjadi gerbang wisata nasional maupun internasional,” tambahnya.Baca Juga: Tambang Bawah Tamah Longsor Pekerja Freeport Terjebak
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Sido Muncul adalah contoh investasi yang memadukan padat karya dengan teknologi modern.
“Jawa Tengah memiliki tenaga kerja yang kompetitif. Di sini kita lihat perpaduan yang baik antara teknologi dan tenaga manusia. Investasi semacam ini memberi dampak signifikan bagi penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.Baca Juga: Tambang Bawah Tamah Longsor Pekerja Freeport Terjebak
Luthfi juga menegaskan komitmen Pemprov Jateng menjaga iklim investasi yang sehat, ramah lingkungan, dan taat hukum.
“Pendampingan dari dinas tenaga kerja, lingkungan hidup, serta pengawasan lainnya akan terus dilakukan agar perusahaan berjalan baik dan tidak menimbulkan keluhan. Semoga kunjungan ini menjadi daya tarik bagi investor lain untuk menanamkan modal di Jawa Tengah,” tegasnya.Baca Juga: Dari Elektro ke Fiskal: 5 Jejak Karier Purbaya Yudhi Sadewa hingga Jadi Menkeu di Era Prabowo
Gubernur menambahkan, arah investasi di Jawa Tengah juga diselaraskan dengan tren global menuju ekonomi hijau. “Kami sudah berbicara dengan Duta Besar Eropa, mereka kini fokus pada green economy. Di Jawa Tengah kita sudah mulai, misalnya dengan pemanfaatan panel surya dan pengurangan penggunaan air tanah. Ke depan, investasi asing akan semakin melirik daerah yang konsisten pada konsep ramah lingkungan,” ujarnya.Baca Juga: Semarang Abadikan Nama Romo Mangunwijaya di Jalan Menuju TPA Jatibarang
Ia juga menekankan pentingnya jaminan keamanan dan ketertiban. “Kondusivitas bukan hanya tugas aparat, tetapi juga pemerintah dan masyarakat. Dengan kerukunan serta gotong royong, Jawa Tengah bisa terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi Indonesia,” kata Luthfi.Baca Juga: Semester Pertama 2025, Ekonomi Bengkulu Tumbuh 4,92 Persen
Artikel Terkait
Berbagi Kasih kepada Sesama, Sido Muncul Sambut Lebaran dengan Santuni 1.000 Dhuafa di Kabupaten Semarang
Sido Muncul Terima Penghargaan Industri Ramah Lingkungan di Forum Energi Jawa Tengah
Di Hari Jadi ke-80, Gubernur Ahmad Luthfi Paparkan Tren Positif Pembangunan Jawa Tengah
Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Warga Jateng Tetap Tenang dan Jaga Kondusivitas Pasca Kerusuhan
Sido Muncul Dorong Saintifikasi Jamu
Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun Kredit Padat Karya untuk Dorong Produksi dan Lapangan Kerja