Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Presiden RI Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mengganti sejumlah posisi strategis. Perhatian publik tertuju pada kursi Menteri Keuangan (Menkeu) yang kini tak lagi ditempati Sri Mulyani Indrawati.
Jabatan penting tersebut diberikan kepada Purbaya Yudhi Sadewa, sosok yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Penunjukan ini menandai era baru di Kementerian Keuangan, dengan Purbaya dipercaya mengemban tugas melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025.
Usai pembacaan Keppres oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, Purbaya langsung dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/9/2025). Dalam sumpahnya, ia menegaskan komitmennya untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab demi bangsa.
“Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada UUD 1945, menjalankan peraturan dengan sebaik-baiknya, dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” ucapnya di hadapan Presiden Prabowo.
Purbaya juga menegaskan tekadnya untuk menjaga integritas. “Saya akan menjunjung tinggi etika jabatan dan melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” tambahnya.
Kini publik menyoroti perjalanan panjang karier Purbaya, yang penuh dinamika hingga mengantarkannya ke puncak sebagai Menteri Keuangan. Berikut lima fakta menariknya:
1. Dari Teknik Elektro ke Ekonomi
Awalnya menempuh studi Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB), Purbaya kemudian banting setir ke bidang ekonomi. Keseriusannya dibuktikan dengan gelar Master of Science dan Doktor di bidang Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Kombinasi latar belakang teknik dan ekonomi membuatnya dikenal sebagai teknokrat berwawasan lintas disiplin.
2. Menoreh Jejak di Pasar Modal
Kariernya di sektor finansial teruji saat menjadi Chief Economist di Danareksa Research Institute. Dari sana, ia dipercaya memimpin Danareksa Securities sebagai Direktur Utama, yang makin mengukuhkan reputasinya di pasar modal.
3. Awal Karier di Industri Migas
Sebelum terjun ke dunia ekonomi, Purbaya pernah bekerja sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994). Pengalaman di industri migas memberinya disiplin kerja dan pemahaman teknis yang jarang dimiliki ekonom lain.
4. Aktif di Forum Strategis Nasional
Purbaya juga banyak terlibat dalam forum kebijakan strategis, seperti Komite Ekonomi Nasional, Dewan Pertimbangan Kadin, dan Indonesia Economic Forum. Kehadirannya memperlihatkan peran yang kuat di antara pemerintah, komunitas bisnis, dan pemikir kebijakan.
5. Dari LPS hingga Menkeu Prabowo
Di jalur birokrasi, Purbaya sempat menduduki berbagai jabatan, mulai dari staf khusus kementerian hingga Deputi di Kemenko Maritim dan Investasi. Ia juga pernah menjadi anggota Kantor Staf Presiden (2015) serta Komite Ekonomi Nasional (2010–2014).
Puncak kiprahnya di era Presiden Joko Widodo adalah ketika dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS pada 2020. Jabatan itu ia pegang hingga akhirnya dipanggil Presiden Prabowo untuk menduduki kursi Menteri Keuangan.
Dengan pengalaman panjang di dunia akademik, industri, pasar modal, dan birokrasi, Purbaya kini diharapkan membawa sentuhan baru di Kementerian Keuangan. Publik menantikan langkah kebijakan fiskal yang akan ia terapkan untuk menopang agenda pemerintahan Prabowo.
Artikel Terkait
Mentan Amran dan Menkeu Sri Mulyani Tinjau Progres Cetak Sawah di Wanam
Sri Mulyani dan Menkeu China Bahas Tarif Impor AS hingga Kolaborasi ASEAN+3 di Milan
Misbakhun Soal Tunjangan Rumah Rp50 Juta: Keputusan Menkeu, DPR Hanya Menjalankan
Prabowo Tegaskan Ekonomi Nasional Bertumpu pada Koperasi, BUMN Bersih, dan Swasta yang Kuat
Prabowo Anggap Wajar Usulan Tim Investigasi Independen, Tekankan Peran TNI Tetap Vital