CEO PT Orchik Sejahtera Nusapalas Bagikan Tips Bertahan di Masa Sulit

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Jumat, 18 Juli 2025 | 00:26 WIB
CEO PT Orchik Sejahtera Nusapalas Angga Mahendra (paling kanan) dan Direktur Operasional Andi Sulistyo Wibowo (kiri). ((Istimewa))
CEO PT Orchik Sejahtera Nusapalas Angga Mahendra (paling kanan) dan Direktur Operasional Andi Sulistyo Wibowo (kiri). ((Istimewa))

 

JAKARTA, SUARA PEMBARUAN NEWS -  Di masa sulit seperti sekarang ini, entrepreneur khususnya yang bergerak di bidang kontraktor tidak boleh berdiam diri. Harus terus bergerak dan melakukan terobosan-terobosan baru jika ingin tetap survive.

Hal itu dikatakan CEO PT Orchik Sejahtera Nusapalas Angga Mahendra, salah satu pelaku usaha muda di sela-sela acara pertemuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta yang menggandeng Tokyo SME Support Center, di Jakarta baru-baru ini.

PT Orchik Sejahtera Nusapalas, merupakan salah satu perusahaan berskala nasional yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang kontraktor. Dalam kesempatan tersebut Angga didampingi Direktur Operasional PT Orchik Sejahtera Nusapala Andi Sulistyo Wibowo.

Angga menuturkan, PT Orchik Sejahtera Nusapalas sendiri berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 18% pada masa transisi pemerintahan di akhir 2023. Hal ini dikarenakan pemilihan partnership yang baik.

Baca Juga: Kericuhan Balap Liar di Jakpus: Warga Terluka Disabet Sajam, Warung Dijarah

Menurut Angga,  pengusaha kontraktor harus dapat memilah proyek mana yang akan diambil dan mana yang tidak. “Harus berani mengatakan “No” kepada proyek-proyek yang  bisa membahayakan cashflow perusahaan,” tegas Angga.

Artinya kata Angga, jangan asal ada proyek  diambil. Harus ada feasibilities study mengenai perusahaan pemberi kontrak kerja.

"Jadi pelajari  mengenai kekuatan cashflow perusahaan pemberi kontrak kerja tersebut,” kata Angga membagikan tips perusahaannya yang bertahan di masa sulit ini.

Para pekerja PT Orchik Sejahtera Nusapalas melakukan tugasnya di satu proyek perbaikan jalan. ((Istimewa))

Angga mencontohkan, banyak kontraktor dalam masa pandemik lalu  mengalami kesulitan terutama yang bergerak di bidang proyek BUMN dan pemerintah. Hal ini dikarenakan seperti kita tahu bersama bahwa adanya kebijakan menahan dana anggaran proyek pemerintah untuk dialokasikan untuk penanganan pandemik.

“Ini membuat beberapa perusahaan BUMN atau pun pemerintah dapat mengalami keterlambatan pembayaran atau pengadaan proyek baru,” tuturnya.

Baca Juga: Pertamina Hadirkan Posyandu 3 Generasi Pertama di Parepare

Yang kedua menurut Angga, pengusaha kontraktor harus memiliki diversifikasi bisnis. Dimana idle fund perusahaan harus dikembangkan untuk diversifikasi.

Dalam hal ini PT Orchik Sejahtera Nusapalas memiliki beberapa diversifikasi bisnis di antaranya supplier bahan kontruksi, Property dan Asset Management, dan juga bidang E Commerce,

Halaman:

Editor: Rully Satriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X