Angga mengemukakan diversifikasi ini baik untuk menopang cashflow perusahaan dan mencegah perusahaan tidak pincang dikala ada perubahan iklim ekonomi yang disebabkan oleh transisi masa pemerintahan. Dimana kebijakan anggaran dan “Rules of The game” dalam lingkaran proyek pemerintah dan BUMN dapat berubah sewaktu waktu.
Selain itu save profit untuk mendukung operasional perusahaan pada masa pandemik sebagai salah faktor utama mencegah adanya PHK.
"Jadi profit yang sudah terbentuk dalam pos keuangan jangan dipergunakan untuk tujuan pengembangan. Tetapi untuk cadangan cashflow yang mendukung operasional perusahaan, sehingga man power dapat terjaga," ujarnya.
Tips terakhir adalah menjaga hubungan dengan klien dan business partner seperti bank . Hal ini sangat penting untuk dilakukan, karena dua faktor ini yang dapat mensupport perusahaan di bidang profit dan capital (permodalan).
“Menjaga kualitas pembayaran semua fasilitas perbankan di bank pada masa pandemik merupakan yang utama. Karena kepercayaan partnership atas capital yang diberikan adalah kunci keberhasilan perusahaan di masa depan,” tutup Angga.
Artikel Terkait
Sektor Keuangan Nasional Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global dan Konflik Timur Tengah
Inovasi Sosial CSR Pertamina Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Wayame
Jateng Pacu Transformasi Ekonomi 2045: Ketahanan, Kolaborasi, dan Sentra IKM Jadi Kunci