“Polisi kita canggih, peralatan mereka juga canggih. Platform-platform penipuan kebanyakan berbasis luar negeri, tapi dengan kerja sama lintas negara dan teknologi, kita bisa kejar,” pungkasnya.
Rizal juga menyebutkan, OJK melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) menerima lebih dari 105 ribu laporan dari masyarakat sejak diluncurkan pada November 2023 hingga 25 April 2025 dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp2,1 triliun.Baca Juga: Masih Misteri, Mobil Listrik BYD Seal Keluarkan Asap Tebal
Dari jumlah laporan tersebut, total rekening yang dilaporkan mencapai 172.624, dengan jumlah rekening yang diblokir sebanyak 42.504 rekening. Dari total kerugian tersebut, dana sebesar Rp138,9 miliar berhasil diblokir dan diamankan.*
Artikel Terkait
OJK: Literasi Aset Kripto Penting untuk Cegah Manipulasi Pasar
Anggota Dewan Komisioner OJK Ogi Prastomiyono: Kantor OJK Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Gubernur Helmi Hasan Pimpin RUPS Luar Biasa, Calon Pimpinan Bank Bengkulu Diajukan ke OJK
Literasi dan Inklusi Keuangan Meningkat, OJK dan BPS Rilis Hasil SNLIK 2025
OJK Jateng Tingkatkan Literasi Keuangan Lewat Pelatihan Guru dan Kompetisi Pasar Modal Pelajar