Dalam bulan Mei ini, mari kita memandang Maria bukan sebagai legenda, tetapi sebagai sahabat peziarahan. Bukan sebagai objek kultus, tetapi sebagai penuntun yang lembut dan kuat. Ketika iman terasa lelah, ketika doa terasa kering, ketika harapan redup—genggamlah tangan Bunda. Ia akan membawamu kembali kepada Putranya.
Sebab dari Maria, kita belajar bahwa rahmat Tuhan datang tidak selalu melalui kilatan cahaya, tetapi seringkali melalui kesetiaan dalam keseharian. Ia mengajar kita bahwa hidup rohani tidak selalu tentang tanda-tanda besar, melainkan tentang kesediaan untuk berkata "Ya" pada kehendakNya setiap hari.Baca Juga: Prof. Mohamad Nasir Pimpin Forum MWA PTNBH, Bahas Pengelolaan Perguruan Tinggi Berkelanjutan
Bila jalan terasa gelap, peganglah tangan Maria. Ia tidak akan meninggalkanmu. Karena ia adalah Ibu. Dan cinta seorang ibu, dalam rencana Allah, adalah jalan menuju terang yang sejati.*Baca Juga: Perang Tarif AS-China: Gencatan Senjata atau Sinyal Panik Menjelang Krisis?
BUNG STH BICARA adalah kolom opini tentang isu hangat dan aktual yang ditulis oleh Stefy Thenu, jurnalis senior Suara Pembaruan, aktivis sejumlah organisasi, anggota PWI Jateng dan bersertifikat Wartawan Utama Dewan Pers.