seni-budaya

“Sebening Senja” Letto ungkap eksplorasi perjalanan menemukan cinta

Selasa, 21 Januari 2025 | 13:24 WIB
Band asal Yogya, Letto keluarkan single baru Sebening Senja. (SPnews-Anton LA)

 Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Sebuah karya terbaru dari band asal Yogyakarta Letto, berjudul “Sebening Senja” segera akan bisa dinikmati di gerai-gerai platporm digital di awal tahun ini. Bagi penikmat musik pop bernuansa dialog batin, Letto yang terakhir merilis ‘Kasih Tak Memilih' (2016), Kangen Deso' (2018), dan 'Fatwa Hati' (2020), pada “Sebenig Senja” yang muncul setelah empat (4) tahun absen dari penciptaan, tetap dengan konsep dialog batin.

Lirik lagu diramu langsung oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe), sang vokalis Letto dan secara keseluruhan, 'Sebening Senja' mengisahkan perjalanan jiwa seseorang untuk mencari jawaban, namun akhirnya menemukan keajaiban dalam pencariannya sendiri. Seperti embun yang merindukan fajar, tapi justru menemukan keindahannya dalam kelembutan pagi.

Masih menurut Neo, pada kalimat "Seandainya aku mengerti", lirik pembuka lagu tersebut, bukan penggambaran sebuah penyesalan. Namun justru pintu masuk menuju eksplorasi mendalam tentang bagaimana ketidak-pahaman kita tentang cinta yang justru membentuk perjalanan menemukan maknanya.

"Lagu ini berangkat dari momen yang kita semua pernah alami, saat kita merasa tidak siap menghadapi besarnya sebuah cinta," ujar Noe. Dan justru dari situlah sebuah perjalanan sesungguhnya dimulai.

Dalam prosesnya, seperti disampaikan gitaris Letto, Agus Riyono (Patub), perekaman lagu 'Sebening Senja' dikerjakan secara mandiri di studio pribadi mereka. Untuk proses akhir audio (mixing dan mastering), dikerjakan Sasi Kirono di Satrio Piningit Studio, setelah sebelumnya selalu mereka kerjakan sendiri.

“Lagu ini terhitung sudah lama, dibuat sekitar tujuh tahun lalu dan sudah mengalami beberapa revisi. Dikerjakan bersama lima lagu baru lainnya. Kami merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk dirilis,” kata Patub.

Soal aransemen, rekaman semua instrumen, dikerjakan sendiri. “Tapi untuk mixing dan mastering kami serahkan kepada Sasi Kirono, agar mendapat insight nuansa yang lebih baru," ujar Patub lagi.

Untuk format audio visualnya, ‘Sebening Senja' dipercayakan digarap Bagoes Kresnawan, sutradara dari Gelora Abadi Sentosa Indonesia (GAS.ID). Video klip ini rencananya akan dikeluarkan dua tiga pekan setelah format audionya muncul di gerai-gerai musik digital.

Kembali menurut Noe, video klip tersebut menggambarkan dinamika ayah dan anak menjadi satu interpretasi yang menyentuh. Tapi Letto tetap membuka ruang bagi pendengar untuk menemukan resonansi personalnya masing-masing.

"Seperti senja yang memberikan warna berbeda di setiap harinya, setiap pendengar akan menemukan warna makna yang berbeda dalam lagu ini," tambah Noe.

Melalui ‘Sebening Senja’, Letto mengajak pendengar untuk tidak sekadar mendengar, tapi merasakan dan menemukan serpihan surga mereka sendiri.

Seperti senja itu sendiri, lanjut Neo, maknanya hadir dalam gradasi yang berbeda bagi setiap pendengarnya. "Serpihan surga.." yang disenandungkan bisa hadir dalam berbagai bentuk, mungkin dalam senyum seorang ayah, dalam kedamaian spiritual, atau bahkan dalam perjalanan menemukan diri sendiri.

“Karena terkadang, jawaban terindah hadir dalam perjalanan mencarinya,” pungkas Noe. (SPnews/Anton LA)

Tags

Terkini