seni-budaya

Jaga Kelestarian Budaya, Sembilan Tokoh Bengkulu Dianugerahi Gelar Adat

Selasa, 18 November 2025 | 05:40 WIB
Sebanyak 9 orang tokoh Bengkulu menerima anugerah gelat adat dari Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu yang langsung sematkan oleh Ketua BMA Bengkulu, S Effendi, (Foto/Ist)

Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Sebanyak orang tokoh Provinsi Bengkulu diberikan atau anugerahi gelar adat oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) daerah ini, termasuk Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dan istrinya Khairunisa menerima gelar adat Putri Melaya Deni.

Pemberian gelar adat dilakukan melalui sidang mufakat Rajo Penghulu di Balai Raya Semarak Bengkulu, Senin (17/11/2025). Pemberian gelar adat kepada tokoh Bengkulu ini dalam rangkaian HUT Provinsi Bengkulu ke-57 tahun pada 18 November 2025.

Para penerima dinilai memiliki kontribusi besar bagi masyarakat dan daerah. Prosesi adat diawali penyambutan tamu agung dengan payung kuning, tombak prabu, serta Barong Landong, kemudian disusul Tari Kejai, pencak silat, tabuhan dol serunai, dan Sarafal Anam.

Ketua BMA Bengkulu, S Effendi mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan manusia dan budayanya. Tanpa budaya, manusia kehilangan identitas; tanpa adat, masyarakat kehilangan arah. Karena itu Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendukung pelestarian adat, revitalisasi budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis nilai lokal.

“Kita ingin Bengkulu maju secara modern, tetapi tetap berakar kuat pada nilai-nilai kearifan leluhur,” ujar Gubernur Helmi Hasan. Ia menegaskan bahwa gelar adat merupakan amanah moral untuk menjaga kehormatan, martabat, dan nilai-nilai luhur adat Bengkulu.

Adapun sembilan tokoh Bengkulu yang diberikan gelar adat oleh BMA Bengkulu, yakni Irjen Pol Purn Supratma sebagai Raja Khalifah II, Laksdya TNI Irwansya, sebagai Panegeran Jaya Kesuma II, Letjen TNI Djon Afriadi sebagai Panglima Raja dan Prof Reda Manthovani sebagai Adipati Kembang Agung

Selanjutnya Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sebagai Sutan Inayat Syah, Ny. Khairunnisa Helmi Hasan sebagai Putri Melaya Deni,  Danrem 041 Garuda Mas (Gamas) Bengkulu, Brigjen TNI Jatmiko Ariyanto sebagai Rio Stanggai Panjang, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono sebagai Depati Bangun Binang dan Kajati Bengkulu Victor Antonius Saragih Sidabutar sebagai Depati Bangsa Radin

Acara pemberian gelar adat ini dihadiri Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto, Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Bengkulu, perwakilan adat seluruh Indonesia, serta sanak famili dari Persatuan Bengkulu–Malaysia.

Setelah pemberian gelar, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan batang tebu, memetik buah pisang, pelepasan burung merpati, dan ditutup dengan makan berhidang.

 

 

Tags

Terkini